Sementara itu, Warsem (58), salah seorang perwakilan ahli waris korban, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas perhatian instan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat. Dirinya mengaku terpukul atas musibah ini lantaran harus kehilangan dua anggota keluarga sekaligus dalam satu peristiwa tunggal. Dengan demikian, akumulasi dana kerahiman yang diterima keluarga besarnya mencapai Rp50 juta.
“Kami sangat berterima kasih atas kebaikan dan ketulusan hati Pak Gubernur beserta jajaran Pemprov Jawa Barat yang berkenan meluangkan waktu datang langsung ke desa kami untuk meringankan beban kami. Rencananya, alokasi dana santunan ini akan kami tabung dan pergunakan secara bijak demi menutupi biaya operasional hidup harian serta menjamin biaya pendidikan sekolah cucu kami yang kini telah menjadi yatim,” pungkas Warsem saat dikonfirmasi di lokasi duka pada Selasa malam.
Komitmen penanganan pasca-kecelakaan ini diharapkan mampu meringankan guncangan ekonomi dan psikologis bagi para keluarga korban, sembari pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terkait regulasi angkutan barang dan keselamatan transportasi di sepanjang perlintasan strategis Jalur Pantura Jawa Barat. (rif/dbs)
