Gelombang Kemarahan Penggemar Usai Insiden Kontroversial yang Selamatkan Argentina

Argentina
Argentina lolos 8 besar Piala Dunia 2026.
0 Komentar

DALAM laga sengit babak 16 besar Piala Dunia, drama kontroversi mewarnai pertandingan antara Argentina dan Mesir. Saat Mohamed Salah berusaha menusuk ke jantung pertahanan Argentina, ia kehilangan kendali atas bola di dalam kotak penalti. Tak lama berselang, serangan balik cepat Argentina berakhir dengan gol Enzo Fernández yang mengubah skor menjadi 3-2 dan memastikan kemenangan bagi tim Tango.

Namun, para pemain cadangan Mesir serta jutaan pendukung di dunia maya meyakini bahwa Salah seharusnya mendapatkan hadiah penalti akibat pelanggaran yang terjadi padanya. Kemarahan semakin memuncak ketika seorang ofisial Mesir diusir wasit karena protes berlebihan, memicu tuduhan bahwa FIFA sengaja mengarahkan jalannya pertandingan.

Dilansir dari Yahoo Sport, Mesir sempat mengejutkan Argentina dengan keunggulan lebih dulu. Yasser Ibrahim mencetak gol melalui sundulan dari umpan silang Marwan Ateya, sementara Lionel Messi gagal menuntaskan eksekusi penalti, membuat skor babak pertama tetap 1-0 untuk Mesir.

Baca Juga:Diduga Diurug untuk Kawasan Pabrik, Saluran Irigasi di Gebang Ternyata Masih Tercatat di BPNPBNU Resmi Tetapkan Pondok Pesantren Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Mimpi Mesir semakin nyata ketika Mostafa Ziko mencetak gol melalui serangan balik cepat, meski sempat dianulir wasit karena dianggap melanggar lawan. Namun, pada kesempatan berikutnya, Ziko kembali mencatatkan namanya di papan skor dan gol itu disahkan, membawa Mesir unggul 2-0 dan menempatkan Argentina di ambang eliminasi.

Akan tetapi, Argentina menunjukkan perlawanan sengit. Christian Romero memulai kebangkitan dengan gol pada menit ke-79, disusul Lionel Messi yang menyamakan kedudukan hanya empat menit berselang. Saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu, momen kontroversial terjadi.

Julian Alvarez merebut bola dari Mohamed Salah, namun tampak menginjak kaki pemain sayap tersebut hingga ia terjatuh. Wasit dan tim VAR memeriksa kejadian itu namun memutuskan tidak ada pelanggaran. Dari serangan balik yang sama, Lautaro Martinez mengirim umpan silang yang diselesaikan oleh Enzo Fernández, menggagalkan harapan Mesir untuk melangkah lebih jauh.

Keputusan wasit memicu amarah besar dari para pemain cadangan Mesir, yang terus memprotes bahkan setelah seorang ofisial tim menerima kartu merah. Di media sosial, gelombang kritik mengalir deras. Banyak penggemar menuding FIFA sengaja melindungi Messi demi menjaga daya tarik turnamen, terlebih setelah kegagalan Portugal yang memaksa Cristiano Ronaldo tersingkir lebih awal.

0 Komentar