JAKARTA – Harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan tren penurunan pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Setelah mengalami pergerakan naik-turun dalam sepekan terakhir, kali ini harga jual emas Antam terpangkas cukup dalam.
Mengacu pada data resmi yang dipublikasikan melalui laman logammulia.com, nilai jual emas Antam hari ini merosot Rp15.000 per gram, dari posisi Rp2.670.000 menjadi Rp2.655.000 per gram. Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback yang menjadi acuan bagi nasabah yang ingin menjual emasnya juga ikut melemah. Buyback kini dibanderol Rp2.414.000 per gram, turun dari level Rp2.429.000 per gram yang tercatat sehari sebelumnya.
Berikut rincian lengkap harga emas Antam per 7 Juli 2026:
- 1 gram : Rp2.655.000
- 5 gram : Rp13.050.000
- 10 gram : Rp26.045.000
- 25 gram : Rp64.987.000
- 50 gram : Rp129.895.000
- 100 gram : Rp259.712.000
- 250 gram : Rp649.015.000
- 500 gram : Rp1.297.820.000
- 1.000 gram : Rp2.595.600.000
Gadai Emas BSI Tumbuh Ekspansif di Tengah Gejolak Harga
Baca Juga:Satpol PP Cirebon Sita 149.600 Batang Rokok Ilegal Senilai Rp222 Juta18 Pemegang Saham Pendiri RS Permata Cirebon Bongkar Kejanggalan Finansial Manajemen
Di sisi lain, meski harga emas sedang berfluktuasi, bisnis pembiayaan gadai berbasis emas milik PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) justru menunjukkan performa yang luar biasa. Tercatat, selama enam bulan pertama tahun ini, total outstanding pembiayaan gadai emas BSI melonjak hingga menyentuh angka Rp13 triliun. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 100 persen dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan signifikan tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat kian sadar akan fungsi emas sebagai instrumen likuiditas darurat. Alih-alih melepas kepemilikan fisik emas, banyak nasabah kini memilih jalur gadai untuk memperoleh dana tunai secara cepat. Hal ini menjadikan layanan gadai BSI sebagai opsi favorit bagi mereka yang membutuhkan uang segar namun masih ingin mempertahankan aset logam mulianya.
Secara fundamental, pergerakan harga emas Antam sendiri tidak lepas dari dinamika eksternal, seperti penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga acuan The Fed, serta ketegangan geopolitik yang masih menghantui pasar global. Redaksi Disway.id akan terus menyajikan pantauan terkini seputar fluktuasi emas serta perkembangan produk keuangan syariah di Indonesia. (red)
