KABUPATEN CIREBON – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mendorong lembaga pondok pesantren untuk terus mengembangkan sistem pendidikan modern yang mampu mencetak santri berdaya saing global. Hal tersebut menjadi perhatian Menag saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Bina Insan Mulia di Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (5/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menag Nasaruddin Umar didampingi oleh staf khusus, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais), serta jajaran Kepala Kantor Kemenag se-Ciayumajakuning. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh pihak pengelola pesantren yang dilanjutkan dengan peninjauan ke berbagai unit pendidikan di lingkungan pondok.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Slamet, menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Bina Insan Mulia saat ini telah menerapkan sistem pendidikan yang berorientasi masa depan, namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman tradisional.
Baca Juga:Kesiapan Infrastruktur Ditinjau Langsung, Kabupaten Cirebon Menguat Jadi Kandidat Kuat Tuan Rumah Muktamar NURieke Diah Pitaloka Dorong Kepastian Hukum dan HAM dalam Pelaksanaan KDKMP
“Kurikulumnya tidak hanya memperkuat ilmu agama melalui kitab turats (kitab kuning), tetapi juga penguasaan bahasa asing seperti Arab, Inggris, dan Mandarin. Santri juga dipersiapkan menjadi pribadi yang mandiri, profesional, bahkan entrepreneur,” ujar Slamet dalam keterangannya.
Slamet menambahkan, salah satu program unggulan di pesantren ini adalah tahfiz Al-Qur’an, di mana para santri tidak sekadar menghafal, tetapi juga diarahkan untuk memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Berkat integrasi pembelajaran kurikulum berstandar internasional, banyak alumni dari pesantren ini yang berhasil melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah hingga Eropa.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Dudu Rohman. Menurutnya, Ponpes Bina Insan Mulia dapat menjadi contoh konkret bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan kebutuhan perkembangan zaman. (rif/dbs)
