Bertahun-tahun Tanpa Proteksi Maksimal, Pemkab Cirebon Kucurkan Rp1,6 Miliar Guna Bangun Jaringan Hidran RSUD

Pemkab kucurkan dana untuk pembangunan hydrant RSUD Waled
Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kebijakan responsif yang diambil oleh Pemkab Cirebon, Minggu (5/7/2026).
0 Komentar

Terkait keterlambatan realisasi proyek jaringan pipa yang sempat terbengkalai selama bertahun-tahun, dr. Deni mengaku tidak mengetahui secara mendetail akar permasalahannya mengingat dirinya baru menjabat sebagai direktur rumah sakit dalam kurun waktu kurang dari satu tahun terakhir. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa manajemen baru berkomitmen penuh mendukung kelancaran proyek agar dapat rampung tepat waktu tanpa mengganggu pelayanan medis harian.

Sembari menunggu jaringan hidran modern tersebut selesai dikerjakan, manajemen RSUD Waled tetap menerapkan prosedur ketat mitigasi kebakaran dengan menyiagakan sekitar 120 unit APAR yang disebar di berbagai koridor strategis. “Seluruh ruangan dipastikan sudah dilengkapi APAR. Fasilitas ini menjadi instrumen pengamanan taktis sementara waktu sampai sistem hidran selesai dibangun dan siap dioperasikan,” kata Deni.

Keberadaan ratusan unit APAR tersebut selama ini juga menjadi salah satu variabel krusial dalam pemenuhan indikator penilaian akreditasi rumah sakit. Berkat pemeliharaan alat proteksi dini yang konsisten, RSUD Waled tetap mampu mempertahankan statusnya sebagai fasilitas kesehatan rujukan Tipe B. Namun demikian, penambahan sistem hidran dinilai sangat krusial guna meningkatkan pemenuhan regulasi keamanan yang lebih modern, dinamis, dan efektif.

Baca Juga:Dari Eropa ke Bandung: Ragnar Oratmangoen Siap Menyala Bersama PersibTim Advokasi Patahkan Klarifikasi Dirut PT RSB, Beberkan Dugaan Pelanggaran UUPT dan Pengalihan 2.700 Saham

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Sutadi Sukarya, membenarkan bahwa proyek pembangunan jaringan hidran di RSUD Waled akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026 ini. Guna menjamin asas akuntabilitas, pihaknya memastikan pengerjaan proyek senilai Rp1,6 miliar tersebut akan melalui mekanisme lelang elektronik secara terbuka.

“Proses pengadaan akan kami laksanakan dengan ketat mengacu pada regulasi dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini penting untuk memastikan proyek berjalan transparan, akuntabel, dan selesai tepat waktu sehingga asas kemanfaatannya bisa segera dirasakan oleh publik,” tegas Sutadi Sukarya saat memberikan keterangan kepada awak media.

Dengan tuntasnya proyek infrastruktur ini nantinya, RSUD Waled tidak hanya berhasil memperkuat aspek keamanan fisik aset daerah dari ancaman bencana kebakaran, namun juga memberikan jaminan rasa aman (sense of security) bagi tenaga medis, karyawan, serta ribuan masyarakat yang menggantungkan layanan kesehatannya di rumah sakit tersebut. (adv)

0 Komentar