​Sebagai jalan keluar visioner, Pemkab Cirebon kini tengah mengkaji perpindahan sistem menuju meterisasi (pemasangan kWh meter) di setiap gardu atau jaringan PJU. Sistem ini dinilai sebagai solusi paling berkeadilan dan akurat dalam mencerminkan konsumsi daya riil di lapangan.
​”Melalui implementasi meterisasi, setiap klaster jaringan akan memiliki alat ukur kWh tersendiri. Pembayaran kepada PLN benar-benar didasarkan pada daya aktual yang diserap. Jika ada lampu yang padam atau mengalami kerusakan di lapangan, pembacaan meter akan otomatis berkurang secara proporsional,” pungkas Nunu.
​Melalui langkah penataan ini, Pemkab Cirebon optimis jalinan rekonsiliasi data bersama PLN dapat segera rampung dalam waktu dekat. Target akhirnya jelas: menghapus pembengkakan tagihan yang tidak akurat, menyelamatkan potensi kebocoran anggaran daerah, sekaligus meletakkan fondasi baru bagi tata kelola infrastruktur penerangan jalan yang modern, efektif, dan akuntabel. (rif/dbs)
