KABUPATEN CIREBON – Kementerian Sosial (Kemensos) RI secara resmi menetapkan operasional Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Cirebon yang berlokasi di Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber. Kegiatan belajar mengajar (KBM) serta masa asrama bagi para siswa baru dijadwalkan dimulai pada tanggal 11 hingga 13 Juli 2026 mendatang.
​Kepastian tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) Tim Transisi SR Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di ruang Paseban Kantor Setda Kabupaten Cirebon, pada Selasa (30/6/2026). Rapat tersebut digelar guna memastikan kesiapan dari berbagai sektor penunjang.
​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, menyatakan bahwa seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh operasional institusi pendidikan tersebut.
Baca Juga:Prabowo Sebut Dapur MBG Bentukan Polri Raih Pengakuan Dunia InternasionalSaluran DBH Mulai Juli 2026, Pemprov Jabar Optimistis Ruang Fiskal Daerah Menguat
​”Semua SKPD ikut terlibat dalam kesiapan sekolah rakyat yang akan dibuka pada 11-13 Juli mendatang. Dan semuanya sudah siap,” ujar Hendra seusai memimpin jalannya rakor.
​Terkait pemenuhan tenaga pendidik, Pemkab Cirebon mengantisipasi kebutuhan guru dengan menyiagakan tenaga dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Cirebon sebagai guru tamu atau sementara. Langkah ini diambil sembari menunggu penempatan guru permanen yang ditugaskan langsung oleh pemerintah pusat.
​Dari aspek kesehatan dan psikologis anak, Dinas Kesehatan setempat akan dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan medis secara berkala. Tim psikolog juga dipersiapkan guna mengawal masa transisi siswa yang harus mulai menetap di asrama dan terpisah dari orang tua.
​Selain itu, pengelolaan lingkungan hidup juga menjadi perhatian dengan penugasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menangani pengangkutan sampah terjadwal. Sementara di sektor infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) tengah menggeser jalur publik dengan membangun jalan melingkar baru di sekitar area sekolah yang saat ini progres fisiknya telah mencapai 50 persen.
​Pada tahun ajaran ini, Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon membuka tiga jenjang pendidikan formal, yakni Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).
​Total kuota siswa yang disediakan adalah sebanyak 270 anak, di mana masing-masing jenjang menampung 90 siswa. Hendra menegaskan, mekanisme rekrutmen peserta didik sepenuhnya menjadi wewenang Kemensos RI dengan target utama anak-anak yang terdaftar dalam data kemiskinan desil satu dan dua.
