Meski menyampaikan keberatan, GAPEMBI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Program MBG sebagai bagian dari upaya mencetak generasi emas Indonesia. Program ini dinilai terbukti memberikan efek berganda yang signifikan bagi perekonomian daerah.
“Kami sampaikan bahwa program ini harus tetap berlanjut. Dampaknya sangat positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Banyak pengangguran yang terserap, UMKM bergairah, pemasok bahan pangan bergerak, hingga petani telah merasakan manfaatnya,” ungkap Makhrus.
Sebagai langkah awal, GAPEMBI berharap Badan Gizi Nasional (BGN) bersedia membuka ruang dialog untuk mencari formula terbaik. Dengan demikian, target efisiensi anggaran pemerintah tetap bisa dicapai tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha para mitra.
Baca Juga:Festival Serabi Cirebon, Panggung Pelestarian Kuliner dan Penggerak Ekonomi RakyatSidak TPS Talun, Ketua DPRD Cirebon Dorong Solusi Jangka Panjang
Perlu diketahui, Jawa Timur menjadi salah satu penyangga terbesar program ini. Berdasarkan data nasional per April 2026, dari total 26.111 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia, sebanyak 3.838 unit atau sekitar 14,7 persen di antaranya berada di Jawa Timur. (red)
