Bukan Menolak Pasien, RSUD Waled Cirebon Klarifikasi Miskomunikasi Jadwal Cuti Dokter

RSUD Waled klarifikasi
Menyikapi tantangan penyebaran informasi di era digital, pihak RSUD Waled menegaskan komitmen penuh manajemen untuk mengevaluasi secara menyeluruh ekosistem komunikasi rumah sakit.
0 Komentar

CIREBON — Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kabupaten Cirebon, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan seorang pasien rawat jalan yang sempat memicu perhatian publik di jagat maya. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa insiden tersebut murni berakar dari miskomunikasi mengenai jadwal dokter spesialis yang tengah menjalani masa cuti resmi, dan bukan merupakan penolakan pelayanan medis seperti isu yang berkembang.

Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana Surjono, Sp.OG, Subsp.KFM, mengutarakan bahwa manajemen rumah sakit sebenarnya telah menerapkan sistem keterbukaan informasi yang komprehensif, mencakup pembaruan jadwal praktik berkala untuk dokter umum maupun spesialis. Namun, dalam kasus yang belakangan ramai diperbincangkan, pasien yang bersangkutan datang untuk melakukan kontrol kesehatan berkala tepat pada hari di mana dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) yang bersangkutan sedang tidak bertugas karena cuti.

Kondisi tersebut diperparah karena pengumuman penting mengenai ketidakhadiran sang dokter tidak terserap secara utuh atau terlambat dibaca oleh pihak keluarga pasien. Akibatnya, timbul persepsi keliru yang mengarah pada dugaan bahwa pihak rumah sakit sengaja mengabaikan hak pasien.

Baca Juga:Gubernur Jabar Hadiri Waisak di Candi Jiwa, Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil BumiPerdamaian AS-Iran Mengguncang Pasar: Emas Global Meroket, tapi Bagaimana dengan Harga di Dalam Negeri?

“Informasi valid mengenai jadwal dan perubahan operasional dokter sebenarnya telah kami sediakan secara transparan dan berkala melalui berbagai kanal, termasuk sistem daring (online). Namun, kami menyadari terkadang informasi krusial seperti ini tidak sampai ke masyarakat atau luput dari perhatian mereka, sehingga memicu ketidaksesuaian pemahaman di lapangan,” jelas dr. Deni saat memberikan keterangan kepada media, Sabtu (13/6/2026).

Menyikapi tantangan penyebaran informasi di era digital, dr. Deni menegaskan komitmen penuh manajemen untuk mengevaluasi secara menyeluruh ekosistem komunikasi rumah sakit. Sebagai pusat rujukan kesehatan primer di wilayah Cirebon timur, RSUD Waled berjanji akan merancang mekanisme diseminasi informasi yang jauh lebih efektif, adaptif, dan ramah terhadap seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Selain melakukan reformasi pada sektor komunikasi publik, RSUD Waled juga terus memacu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara simultan. Upaya ini dimanifestasikan melalui standarisasi mutu layanan medis, akselerasi pengembangan fasilitas sarana dan prasarana fisik, hingga perombakan total pada sistem informasi rumah sakit agar lebih mudah diakses melalui gawai masyarakat.

0 Komentar