Khusus untuk jalur kemitraan dengan sektor swasta, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa sinergi ini dilegalkan melalui komitmen formal berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan ratusan pengelola yayasan sekolah swasta secara serentak.
“Basi para calon siswa yang pada akhirnya tidak dapat terakomodasi di sekolah negeri, mereka langsung diarahkan untuk masuk ke sekolah swasta mitra. Hari ini, nota kesepahaman kerja sama tersebut resmi ditandatangani. Berdasarkan laporan data definitif dari Kepala Dinas Pendidikan, total ada 700 sekolah swasta yang telah menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerja sama sinergis dengan pemerintah provinsi,” papar Gubernur Jabar.
Guna meringankan beban finansial yang kerap dikeluhkan para orang tua murid ketika mendaftarkan anak ke institusi non-pemerintah, Pemprov Jabar meluncurkan program jaring pengaman sosial di bidang pendidikan melalui skema Beasiswa Pancawaluya. Kehadiran beasiswa ini menjadi angin segar karena menjamin pembebasan total biaya pendidikan bagi para siswa yang menempuh studi di sekolah swasta mitra.
Baca Juga:HUT ke-599 Kota Cirebon: Usung Tema 'Manunggal Winangun Caruban', Wali Kota Ajak Warga Bersatu Bangun DaerahBukan Menolak Pasien, RSUD Waled Cirebon Klarifikasi Miskomunikasi Jadwal Cuti Dokter
Gubernur Dedi Mulyadi menggarisbahwahi bahwa dengan adanya skema beasiswa ini, dikotomi atau perbedaan status antara sekolah negeri dan swasta dalam hal pembiayaan secara bertahap akan dihapuskan. Melalui langkah ini, negara hadir secara utuh untuk menanggung beban pendidikan warganya.
“Kita sekarang tengah melangkah masuk ke dalam era baru, di mana anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun di sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi, tidak akan dipungut biaya sepeser pun oleh pihak sekolah. Seluruh komponen biayanya sudah ditanggung penuh dan disalurkan dalam bentuk Beasiswa Pancawaluya. Ini adalah wujud nyata dari sebuah era di mana negara benar-benar hadir dan bertanggung jawab penuh atas masa depan pendidikan warganya,” pungkas Dedi optimis. (adv)
