Kisruh Sistem PPDB: Gubernur Jabar Copot Kepala UPTD Tikomdik Usai Dicecar Terkait Aplikasi Mandiri

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar , Suhendar, diberhentikan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi mencopot Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jabar, Suhendar.
0 Komentar

​KDM menegaskan kembali bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak awal telah menetapkan kebijakan satu pintu (single window) terkait tata kelola digital. Berdasarkan aturan tersebut, seluruh pengembangan aplikasi pelayanan publik wajib dilakukan secara terpusat oleh Diskominfo, dan seluruh perangkat daerah dilarang keras membangun aplikasi sendiri secara mandiri demi menghindari ego sektoral dan ketidakstabilan sistem.

​Kendali Teknis Dialihkan ke Diskominfo, Mark Aditya Ditunjuk Jadi Plh​Pasca-pencopotan Suhendar, Gubernur mengambil langkah taktis dengan mengembalikan seluruh kendali operasional dan urusan teknis SPMB Jabar ke pangkuan Diskominfo Jabar. Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di masa krusial ini, KDM menunjuk Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jabar, Mark Aditya, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Tikomdik yang baru.

​”Segala urusan teknis kini ditangani dulu (oleh Diskominfo) sampai ada pejabat definitif baru yang ditunjuk,” tegas KDM.

Baca Juga:Belum Seminggu Bahlil Jamin Subsidi Aman, Pertamina Resmi Naikkan Harga PertamaxSukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Pemprov Jabar Raih Penghargaan Bergengsi di Yogyakarta

​Langkah cepat ini diambil guna menjamin kelancaran tahapan SPMB 2026 yang dijadwalkan akan dibuka secara resmi pada 15 Juni mendatang. Menurut Gubernur, proses krusial yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas ini harus dipimpin oleh figur teruji yang benar-benar memahami seluk-beluk infrastruktur teknologi informasi (IT).

​PCMB Hanya Tahap Pemetaan Awal

Di akhir keterangannya, KDM meminta masyarakat dan orang tua siswa untuk tidak panik berlebihan. Ia meluruskan konsep bahwa proses PCMB yang sedang bermasalah saat ini merupakan langkah awal atau instrumen pemetaan, bukan pendaftaran inti yang menentukan kelulusan.

​”Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) itu tujuannya murni untuk memetakan seluruh siswa di sekolah-sekolah negeri di wilayah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

​Instrumen pemetaan awal ini berfungsi agar pemerintah daerah memiliki basis data yang valid mengenai sebaran geografis serta tingkat kesiapan calon peserta didik di seluruh penjuru Jawa Barat sebelum pendaftaran resmi dimulai.

​Sistem pendaftaran utama SPMB Jabar sendiri baru akan dibuka serentak pada Senin, 15 Juni 2026. Setelah gerbang pendaftaran dibuka, seluruh calon siswa yang telah lolos verifikasi syarat administratif akan langsung masuk ke tahap penempatan sesuai dengan hasil seleksi yang transparan. (rif/dbs)

0 Komentar