Kisruh Sistem PPDB: Gubernur Jabar Copot Kepala UPTD Tikomdik Usai Dicecar Terkait Aplikasi Mandiri

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar , Suhendar, diberhentikan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi mencopot Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jabar, Suhendar.
0 Komentar

BANDUNG — Gelombang protes keras dari para orang tua murid terkait karut-marutnya sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 berujung pada tindakan tegas di pucuk pimpinan teknis. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi mencopot Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jabar, Suhendar.

​Langkah diskresi ini diambil secara spontan setelah Gubernur mendatangi langsung Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk berdialog dengan masyarakat dan mendengarkan langsung sengkarut yang terjadi di lapangan.

​Di lokasi, suasana sempat memanas saat Gubernur yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) tersebut menunjukkan ketidakpuasan mendalam atas penjelasan tim Tikomdik. KDM langsung memerintahkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar, Dedi Supandi, untuk segera menonaktifkan Suhendar dari jabatannya demi memutus rantai birokrasi yang dinilai tidak kompeten.

Baca Juga:Belum Seminggu Bahlil Jamin Subsidi Aman, Pertamina Resmi Naikkan Harga PertamaxSukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Pemprov Jabar Raih Penghargaan Bergengsi di Yogyakarta

​”Betul, Kepala UPTD Tikomdik untuk sementara dinonaktifkan dulu dari jabatannya,” ujar Dedi Mulyadi saat memberikan konfirmasi kepada awak media di Bandung, Rabu (10/6/2026).

​Dicecar Masalah Kompetensi dan Pelanggaran Aturan Aplikasi

Pencopotan Suhendar dipicu oleh kegagalan total sistem PCMB 2026 yang dikembangkan secara mandiri oleh pihak Tikomdik Disdik Jabar. Layanan berbasis digital tersebut dihujani keluhan dari masyarakat, mulai dari akun pendaftar yang tidak kunjung terverifikasi, kendala teknis error login saat masuk ke sistem, hingga hilangnya data peserta didik.

​Kondisi ini diperparah dengan banyaknya peserta program “Sekolah Maung” yang datanya tidak terbaca, sehingga mereka terpaksa harus mengulang proses pendaftaran melalui jalur reguler dari awal.

​Sebagai pejabat utama yang bertanggung jawab penuh atas pengembangan aplikasi baru Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tersebut, Suhendar dicecar habis-habisan oleh Gubernur terkait kompetensi bidang dan integrasi sistem. KDM menyoroti mengapa aplikasi pendaftaran ini dibuat terpisah dan tidak diintegrasikan dengan infrastruktur pusat data milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar yang sejatinya telah dibangun matang selama dua tahun terakhir.

​“Anda ngerti tidak bidang ini? Anda latar belakangnya apa? Siapa yang merekomendasikan Anda berada di bidang ini?” cecar KDM dengan nada tinggi di hadapan jajaran Disdik Jabar.

0 Komentar