Miris, Sapi Percontohan di Kubangdeleg Kurus, Komisi II DPRD Cirebon Desak Menambah Anggaran Pakan

Kunjungan kerja komisi II DPRD Kab. Cirebon ke Karangwareng
Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di pusat peternakan sapi Desa Kubangdeleg, Kecamatan Karangwareng, Jumat (8/5/2026).
0 Komentar

KAB. CIREBON – Kondisi memprihatinkan ditemukan jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di pusat peternakan sapi Desa Kubangdeleg, Kecamatan Karangwareng, Jumat (8/5/2026).

Fasilitas yang seharusnya menjadi barometer atau percontohan bagi peternak lokal tersebut justru menunjukkan pemandangan kontras dengan kondisi sejumlah sapi yang terlihat kurus akibat krisis pakan. ​Dalam pengamatan langsung ke wilayah kandang, kelompok legislatif berdialog dengan perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Cirebon.

Terungkap fakta bahwa minimnya alokasi biaya pakan menjadi kendala utama dalam pengelolaan ternak di lokasi tersebut. Saat ini, populasi sapi di kandang mencapai 30 ekor, namun anggaran yang tersedia secara riil hanya mencukupi kebutuhan pakan untuk delapan ekor sapi saja.

Baca Juga:DPRD dan Disdik Kabupaten Cirebon Godok Matang Wacana Sekolah Lima Hari, Sinkronisasi Perda DTA Jadi KunciSindiran Lewat "Ular Kisik", Demonstrasi Aliansi Topi Jerami di Indramayu Soroti Kebijakan Simbolis

​Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, sebagai unit peternakan di bawah naungan dinas, kualitas hewan ternak di Kubangdeleg seharusnya berada di level prima agar bisa memberikan edukasi dan standar bagi masyarakat. ​

“Kami melihat masih ada sapi yang tampak kurus. Ini sangat menakutkan, padahal tempat ini seharusnya menjadi percontohan bagi peternak lain di Kabupaten Cirebon. Jika di fasilitas milik dinas saja kondisinya seperti ini, bagaimana penilaian masyarakat nantinya?” ujar Aan di sela-sela peninjauan. ​

Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa tidak akan memperjuangkan penambahan alokasi anggaran pakan pada pembahasan berikutnya. Meskipun pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran, sektor peternakan ini dianggap penting karena mencakup nama baik daerah dan fungsi pelayanan publik. ​

“Kami akan berupaya maksimal untuk menambah anggaran pakan ternak. Fokus kami adalah memaksimalkan potensi peternakan ini agar kembali pada fungsi asalnya, yakni sebagai pusat edukasi dan percontohan yang mengecewakan,” tegasnya.

​Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 1447 H ​

Selain menyoroti masalah pakan, Kunker ini juga dimaksudkan sebagai langkah pengawasan dini terhadap kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H. Aan memastikan bahwa berdasarkan pantauan sementara di lapangan, belum ditemukan adanya indikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun penyakit menular berbahaya lainnya.

0 Komentar