Pendaftar yang tidak lolos seleksi Sekolah Maung masih dapat mendaftar ke sekolah negeri reguler. Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat berencana menjalin kerja sama dengan SMA dan SMK swasta untuk menampung calon siswa yang tidak diterima di Sekolah Maung.
Mengenai pembiayaan, Purwanto menyebutkan bahwa dana operasional akan bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bantuan operasional pendidikan dari pemerintah provinsi, serta skema lain. “Kami juga bisa membuka peluang partisipasi masyarakat untuk membantu pendanaan Sekolah Maung,” ungkapnya. Targetnya, para siswa memiliki keunggulan di bidang karakter, akademik, dan keterampilan, sehingga mampu melanjutkan ke perguruan tinggi negeri atau bagi lulusan SMK terserap di dunia industri.
Sementara itu, Ketua 1 Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Jawa Barat, Agam Supriyanta, mengungkapkan bahwa Sekolah Maung bertujuan melahirkan generasi yang kompetitif melalui kurikulum berbasis minat dan bakat.
Baca Juga:Buntut Dugaan Salah Tarik Lexus Rp1,3 Miliar di Surabaya, BFI Finance Klaim Tempuh Jalur KomunikasiKlarlikasi BGN dan Orang Tua: Kematian Balita di Cianjur Tidak Terkait Program Makan Bergizi Gratis
Secara total, 40 sekolah perwakilan SMA dan SMK negeri di Jawa Barat akan menjalankan program Sekolah Maung. “Semua sekolah idealnya dapat menjadi Sekolah Maung, memiliki peluang dan kontribusi positif untuk ikut serta meningkatkan capaian tujuan pendidikan,” ujar Agam pada Minggu (26/4/2026). Ia menambahkan, sekolah-sekolah lainnya bisa menjadikan program ini sebagai contoh.
Di sisi lain, aktivis pendidikan Iwan Hermawan mendukung keberadaan Sekolah Maung, tetapi tidak sependapat dengan penetapan lokasi sekolahnya. “Sebaiknya Sekolah Maung justru diterapkan di sekolah yang semula tidak unggul agar menjadi unggul, dan ditugaskan menjaring siswa tidak mampu namun cerdas,” kata Ketua Presidium Persatuan Purnabakti Pendidik Indonesia Jawa Barat tersebut, Minggu (26/4/2026). Berdasarkan data yang dimilikinya tentang daftar calon Sekolah Maung se-Jawa Barat, penunjukannya cenderung ke sekolah-sekolah yang sudah favorit dan diunggulkan masyarakat. (red)
