Dedi Mulyadi Luncurkan Program Sekolah Maung bagi Siswa Berprestasi Akademik dan Nonakademik

Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
0 Komentar

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mempersiapkan pendirian Sekolah Manusia Unggulan, yang lebih dikenal dengan nama Sekolah Maung. Program yang digagas oleh Gubernur Dedi Mulyadi ini dikhususkan bagi pelajar dengan prestasi unggul, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Rencananya, Sekolah Maung akan mulai menerima peserta didik baru melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 bagi lulusan SMP atau jenjang sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyampaikan bahwa gubernur ingin menghadirkan sekolah unggulan sekaligus memberi akses pendidikan khusus bagi anak-anak yang membutuhkan fasilitas berbeda. Informasi tersebut dikutip dari laporan Tempo.

Lokasi penyelenggaraan Sekolah Maung akan tersebar di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat dengan menempati gedung SMAN yang sudah ada. Sebagai contoh, di Kota Bandung, SMAN 3 dan SMAN 5 yang letaknya bersebelahan dan selama ini menjadi favorit masyarakat ditunjuk sebagai salah satu lokasi.

Baca Juga:Buntut Dugaan Salah Tarik Lexus Rp1,3 Miliar di Surabaya, BFI Finance Klaim Tempuh Jalur KomunikasiKlarlikasi BGN dan Orang Tua: Kematian Balita di Cianjur Tidak Terkait Program Makan Bergizi Gratis

Sementara untuk jenjang SMKN, Purwanto menjelaskan bahwa Sekolah Maung baru akan diimplementasikan di 13 kabupaten/kota yang mewakili wilayah cabang dinas. “Konsepnya masih terus kami matangkan. Kami sudah meminta masukan dari berbagai perguruan tinggi seperti ITB, Unpad, UPI, serta praktisi pendidikan dan para alumni,” tuturnya.

Pendaftaran Sekolah Maung direncanakan mulai dibuka pada Mei 2026, lebih awal dibandingkan jadwal SPMB reguler yang berlangsung antara Mei hingga Juni 2026. Purwanto menegaskan bahwa program ini tidak membangun gedung baru, melainkan memanfaatkan sekolah yang sudah berdiri. “Ini adalah sekolah transformasi yang akan kami tingkatkan secara bertahap dengan mengubah sejumlah variabel di dalamnya,” jelasnya. Proses seleksi hanya akan menggunakan jalur prestasi.

Lebih lanjut, Purwanto menjelaskan bahwa seleksi jalur akademik akan mempertimbangkan nilai rapor dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara itu, jalur nonakademik didasarkan pada minat, bakat, serta prestasi di bidang olahraga, seni, dan inovasi. “Sebagai contoh, jika seorang anak menciptakan inovasi baru dan telah memiliki hak kekayaan intelektual, maka bisa mendapatkan afirmasi,” ujarnya.

Kapasitas setiap kelas di Sekolah Maung direncanakan sekitar 32 orang, lebih kecil dibandingkan kelas reguler yang umumnya berisi 36 hingga 42 siswa. Adapun jumlah maksimal rombongan belajar (rombel) adalah 12 kelas. “Program ini juga merupakan aspirasi dari para guru dan masyarakat yang membutuhkan layanan khusus di satuan pendidikan,” kata Purwanto.

0 Komentar