“Tentu kami bangga dapat menyediakan lokasi pernikahan di kantor KUA dengan konsep green buliding yang menarik sehingga tidak mengecewakan pengantin. Apalagi sekarang ditengok langsung gubernur,” jelasnya.
Ia mengatakan sejak KUA direnovasi, minat masyarakat untuk menikah di KUA meningkat. Ruangan yang bagus dan ditata dengan tempat akad nikah dan pelaminan mininalis tidak terlalu mengecewakan bagi calon pengantin.
Selain itu ada halaman dan aula kecil yang dapat dipakai pula untuk kegiatan resepsi sederhana. Pada Maret 2026 saja, menurutnya, sekitar 35 persen pasangan pemohon pernikahan di wilayahnya memilih dilaksanakan di KUA.
Baca Juga:Tingkatkan Keselamatan Perjalanan, KAI Daop 3 Cirebon Gencarkan Penutupan Perlintasan Sebidang IlegalPelarian Tiga Tahun Berakhir, Buron Korupsi Bansos PKH Kantor Pos Cirebon Diringkus di Lampung
“Menikah bukan sesaat namun sebuah peristiwa panjang, maka akan lebih baik jika biaya nikah sederhana dan uangnya digunakan untuk masa depan lebih baik, kami di KUA sudah menyiapkan lokasi pernikahan yang bagus,” ujarnya.
Jajang Ridwan, Kasubdit Sarana dan Prasarana KUA Kementerian Agama menambahkan, seluruh KUA akan dirombak dengan konsep bangunan ramah lingkungan dan senyaman mungkin bagi calon pengantin yang mengadakan akad nikah di KUA.
“Ini bentuk negara hadir memaksimalkan layanan pernikahan di KUA. Silakan pergunakan untuk masyarakat. Kementerian akan terus menambah KUA green buliding dimana salah satunya akan dibangun KUA Exelent di Cianjur. Kami akan memberikan layanan paling lengkap. Ada ruang akad nikah yang bagus hingga aula untuk resepsinya,” tutur Jajang. (rls/hms)
