BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi memaparkan peta jalan pembangunan masa depan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat 2026 yang berfokus pada rencana kerja tahun 2027. Bertempat di Gedung Pakuan, Rabu (15/4/2026), Dedi menggarisbawahi lima agenda prioritas yang dirancang untuk menjawab kebutuhan fundamental masyarakat di provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia tersebut.
Dedi menegaskan bahwa seluruh program kerja ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya sistematis untuk memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan konektivitas industri yang tetap berakar pada kearifan lokal.
Akses Pendidikan dan Jaminan Kesehatan Total
Agenda utama yang menjadi sorotan adalah pemerataan akses pendidikan di tingkat menengah. Dedi menekankan komitmennya agar seluruh warga Jawa Barat mampu menuntaskan pendidikan hingga jenjang SMA/SMK. Strategi yang diusung meliputi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) secara masif serta penyaluran subsidi bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
Baca Juga:Perangi Hoaks, DPRD Kabupaten Cirebon Desak Penguatan Literasi Digital MasyarakatKrisis Solar Lumpuhkan Pelabuhan Kejawanan: 100 Kapal Tertahan, 1.300 Nelayan Terancam Menganggur
“Kita ingin memastikan tidak ada lagi hambatan biaya bagi masyarakat untuk menyentuh jenjang SMA dan SMK. Kebijakannya jelas: satu dengan menambah daya tampung sekolah lewat RKB, dan kedua adalah intervensi subsidi bagi warga miskin, baik mereka yang menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun swasta,” tegas Dedi di hadapan peserta Musrenbang.
Di sektor kesehatan, pemerintah provinsi menyiapkan skema jaminan kesehatan bagi warga yang belum tercover BPJS Kesehatan. Dalam komitmen tersebut, Pemprov akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menanggung biaya pengobatan kelas 3 bagi warga tidak mampu di rumah sakit rujukan.
Infrastruktur Terintegrasi dan Ketahanan Industri
Prioritas ketiga dan keempat menyasar pada percepatan infrastruktur dasar serta pertumbuhan industri. Dedi menilai, kejayaan industri Jawa Barat hanya bisa dicapai jika didukung oleh konektivitas yang mumpuni. Percepatan pembangunan jalan, jaringan irigasi bagi petani, hingga ketersediaan air bersih menjadi target yang tidak bisa ditawar.
“Fokus kita adalah mengintegrasikan kawasan industri dengan pusat logistik seperti pelabuhan dan jalan tol. Namun, akses ini harus menyentuh hingga ke pemukiman warga. Pembangunan industri kita harus tetap berpijak pada basis kearifan lingkungan agar tetap selaras dengan alam,” imbuh mantan Bupati Purwakarta tersebut.
