Perangi Hoaks, DPRD Kabupaten Cirebon Desak Penguatan Literasi Digital Masyarakat

Komisi 1 DPRD Kab. Cirebon: literasi digital cegah hoax
Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon menyoroti kerentanan masyarakat terhadap paparan konten negatif.
0 Komentar

CIREBON – Di tengah derasnya arus informasi di era digital, Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon menyoroti kerentanan masyarakat terhadap paparan konten negatif. Tanpa filter yang kuat, masyarakat dinilai sangat rawan terjebak dalam pusaran informasi bohong (hoaks) hingga disinformasi yang berpotensi memicu kegaduhan publik.

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Nova Fikrotushofiyah Lc, menegaskan bahwa penguatan literasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Menurutnya, literasi digital merupakan benteng pertahanan utama agar masyarakat mampu memilah informasi secara kritis dan bertanggung jawab sebelum membagikannya ke ruang publik.

“Literasi harus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat menggunakan media digital secara lebih cerdas, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Nova saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga:Krisis Solar Lumpuhkan Pelabuhan Kejawanan: 100 Kapal Tertahan, 1.300 Nelayan Terancam MenganggurRekrutmen CPNS 2026: Pemerintah Matangkan Formasi dan Prioritaskan Fresh Graduate

Investasi Sumber Daya Manusia

Politikus PKS ini memandang bahwa penguatan literasi sejatinya adalah investasi jangka panjang dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menekankan bahwa masyarakat yang literat akan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu berkontribusi nyata dalam berbagai sektor pembangunan daerah.

“Jika literasi masyarakat meningkat, secara otomatis kualitas SDM kita juga akan terdongkrak. Hal ini sangat krusial untuk mendukung keberhasilan pembangunan daerah, mulai dari sektor infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi,” tambah Nova.

Lebih lanjut, ia memberikan perhatian khusus pada generasi muda. Menurutnya, pembinaan literasi sejak dini akan membentuk karakter generasi penerus yang kritis, kreatif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Respons Strategis Disarpus

Menanggapi dorongan dari legislatif, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon, Mohamad Fery Afrudin SSTP, menyatakan kesiapannya untuk mengakselerasi program literasi di wilayahnya. Ia sepakat bahwa literasi melampaui sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan mencakup kemampuan menganalisis data secara mendalam.

“Kami menyambut baik masukan dari DPRD. Saat ini, kami terus menggenjot berbagai program strategis, mulai dari gerakan gemar membaca, pembentukan perpustakaan desa yang inklusif, hingga kompetisi literasi untuk merangsang minat generasi muda,” jelas Fery.

0 Komentar