TKP Dikenal Angker, Kedua Korban Kecelakaan “Hawangan” Akhirnya Tewas

TKP Dikenal Angker, Kedua Korban Kecelakaan "Hawangan" Akhirnya Tewas
0 Komentar

TKP Dikenal Angker, Kedua Korban Kecelakaan “Hawangan” Tewas

CIREBON – Insiden kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Jalan Desa Dompyong Wetan menuju Dompyong Kulon dekat saluran air “Hawangan” pada Selasa (7/8/2018) malam, akhirnya memakan dua korban jiwa.

Kedua korban tewas bernama Basir Bin Sama (16 tahun) yang mengendarai sepeda motor dan Dirmanto Bin Tirno (16 tahun) sebagai penumpang Kawasaki Ninja hitam naas itu. Sebelumnya, Polsek Gebang maupun Kanit Laka Polres Cirebon melansir bahwa keduanya hanya mengalami luka berat.

Namun, informasi terbaru yang berhasil dihimpun JP menyebutkan, bahwa kedua korban meninggal dunia. Korban tewas yang kedua yakni Basir. Ia menghembuskan nafas terkahir pada Rabu (8/8/2018) di Rumah Sakit. Sedangkan Dirmanto, meninggal beberapa saat setelah sampai di RSUD Waled, Selasa (7/8/2018) malam. “Infonya, korban kedua (Basir) juga meninggal, kalau tidak salah tadi sore ba’da Ashar,” ujar Igna, warga Dompyong Kulon kepada JP.

TKP Sekitar Laka Dikenal Angker

Baca Juga:Iriawan Ingin Inovasi Teknologi Tepat Guna Diterapkan MasyarakatBandara Kertajati Akan Perpanjang Runway Menjadi 3500 meter

Sudah menjadi mitos sejak dahulu, bahwa di sekitar jalur tersebut hingga persimpangan rel Kereta Api dikenal angker. Ada sebutan sang penunggu jalur tersebut yang dikenal dengan nama Si Tenguk. “Si tenguk itu, yang saya denger dari orang tua dulu adalah sosok pria yang memakai dudukuy (topi petani-red), hidungnya amblas ke dalam, ngomongnya bindeng (seperti orang pilek), kalau berjalan dia menunduk. Jadi untuk kewaspadaan, kalau mau lewat rel KA Dompyong Kulon ya paling tidak membunyikan klakson lah. Bukan kita syikrik atau apa, ini sebagai antisipasi agar tidak celaka, karena yang Ghoib itu ada,” ujar Ucok warga Dompyong Kulon lainnya.

Ia pun menduga, kecelakaan yang terjadi karena mahluk astral di sana merasa terganggu dengan suara motor bising dan laju kendaraan yang kencang. “Ya bisa saja (karena faktor di luar kelalaian manusia). Apalagi katanya korban ngebut banget saat melintas di jalan raya Dompyong. Faktor kecelakaan karena hal mistis itu mungkin saja terjadi. Karena di TKP itu kan jalannya lurus dan mulus, tidak ada lubang sama sekali,” imbuhnya.

0 Komentar