Negara Butuh 100 Ribu PNS Baru, KemenPAN-RB Pastikan Buka Rekrutmen CPNS 2016

Negara Butuh 100 Ribu PNS Baru, KemenPAN-RB Pastikan Buka Rekrutmen CPNS 2016
0 Komentar

Formasi tenaga pendidik diprioritaskan untuk guru 3T (terluar, terdepan, tertinggal) jumlahnya sekitar 3000-an. Formasi tenaga penegak hukum sekitar 1000-an sesuai usulan dari Mahkamah Agung (MA). Guru 3T akan diprioritaskan, berapapun yang diajukan Kemdikbud untuk 3T akan diberikan karena ini mendukung program presiden. Selain tiga formasi tersebut, pemerintah juga mengalokasikan untuk lulusan sekolah ikatan dinas sekitar 5000-an. Sekolah ikatan dinas ini antara lain Sekolah Tinggi Sandi Negara milik Lemsaneg, Sekolah Tinggi Intelegen (BIN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (BPS), serta sekolah untuk penjaga sipir/lapas dan imigrasi (Kementerian Hukum dan HAM). Selain itu, ada juga sekolah D2 dan D3 Perpajakan milik Kementerian Keuangan, sekolah pengamat gunung berapi (BMKG), dan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) (Kemendagri).

Kalau ditotal jumlahnya tidak sampai 100 ribu, formasi lainnya bagaimana Pak? Nah itu kita ambil dari‎ pelamar umum, seperti lulusan cumlaude. Mereka ini direkrut lewat jalur kukhus. Selain itu ada juga formasi untuk berkebutuhan khusus. Formasi lainnya untuk tenaga teknis lainnya yang sangat dibutuhkan. Sedangkan tenaga administrasi tidak dibuka karena ini jabatan fungsional yang terlalu umum. Bagaimana tenaga fungsional lain seperti penyuluh yang dibutuhkan juga? Untuk tenaga penyuluh yang sudah mengabdi dan jumlah sekitar 20 ribuan, akan kami arahkan ke P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). P3K itu sama saja dengan PNS, kesejahteraannya sebanding. Kalau dimasalahin tentang pensiun, kan bisa dibahas dengan instansinya, misalnya dimasukkan ke dalam BPJS.

Yang paling aman itu dimulai Maret 2016. Ini agar lulusan CPNS-nya bisa langsung mengantongi NIP di tahun sama. Pak Menteri ingin memajukan jadwalnya untuk kebutuhan CPNS itu sendiri. Selama ini CPNS yang direkrut misalnya 2014, tapi mengantongi NIP-nya 2015. Mulai 2016, jadwalnya lebih dimajukan. Sistem rekrutmen seperti tahun-tahun sebelumnya? Iya, jadi pendaftarannya tetap menggunakan sistem online agar tidak terjadi permainan. Tesnya terdiri dari tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB). Agar lagi transparan, mekanisme tes menggunakan sistem computer assisted test (CAT). TKD yang diujikan meliputi tes intelegensia umum (TIU), tes karakteristik pribari (TKP), dan tes wawasan kebangsaan (TWK). Prosentase kelulusannya 60 persen TKD, 40 persen TKB. Nantinya semuanya diolah oleh Panselnas. (red/dbs/jpnn)

0 Komentar