Kronologi Perampokan Berdarah di Krangkeng: Pelaku Habisi Nyawa Korban Lalu Bakar Mobil demi Hilangkan Jejak

Kronologi Perampokan Berdarah di Krangkeng: Pelaku Habisi Nyawa Korban Lalu Bakar Mobil demi Hilangkan Jejak
Polisi membeberkan kronologi perampokan berdarah di Kecamatan Krangkeng, Indramayu, hingga pembakaran jasad korban dalam konferensi pers yang digelar di Aula Atmani Wedhana Mapolres Indramayu, Rabu (4/11/2026)
0 Komentar

INDRAMAYU — Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu bergerak cepat menguak tabir perampokan berdarah disertai perampasan nyawa yang menimpa Komariyah di kediamannya pada Senin (2/11/2026). Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Atmani Wedhana Mapolres Indramayu, Rabu (4/11/2026), Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, membeberkan secara detail kronologi runtutan peristiwa tragis yang merenggut nyawa korban serta menyeret dua orang tersangka berinisial FSS (31) dan NW.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB, persis setelah suami korban, Dudung Badrun, pamit berangkat bekerja. Memanfaatkan kedekatan sebagai tetangga, tersangka FSS diminta tolong oleh korban untuk memperbaiki tiang penangkal petir di halaman rumah.

“Setelah tiang penangkal petir diperbaiki, korban meminta tolong lagi untuk memasang gantungan tasbih di musala di dalam rumahnya,” ungkap AKP Muchammad Arwin Bachar di hadapan awak media.

Baca Juga:Pemkot Cirebon Gandeng Apjatel Tuntaskan Kabel Semrawut Lewat Sistem Ducting Tanpa Bebani APBDKabupaten Cirebon Darurat Sampah: 873 Ton Tak Tertangani Tiap Hari, Beban Dialihkan ke Desa

Tanpa disadari korban, kebaikan hatinya dibalas dengan niat keji. Usai pemasangan gantungan tasbih selesai, FSS secara membabi buta melancarkan serangan mematikan menggunakan palu yang sedianya dibawa untuk peralatan perbaikan. Korban yang sempat terhuyung akibat hantaman awal masih berupaya melawan dengan memanggil nama pelaku serta berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Namun, jeritan itu justru direspon oleh hantaman palu susulan sebanyak enam kali hingga korban berlumuran darah, disertai aksi pembekaman mulut guna meredam suara.

Setelah memastikan korban tak lagi bernapas, FSS menghubungi rekan berinisial NW dengan dalih mengajak mengecek sebuah proyek di Cirebon. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), NW terkejut mendapati ceceran darah segar di dalam rumah dan berniat langsung kabur karena ketakutan. Kendati demikian, FSS menahan NW dan memaksa meminta bantuan untuk mengurus serta memindahkan jenazah korban.

Pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB, kedua pelaku mengangkut jasad korban menggunakan minibus putih milik korban berpelat nomor E 1766 RV. Sebelum meninggalkan lokasi, FSS sempat mengambil tas milik korban yang berisi perhiasan emas, uang tunai, hingga dokumen penting berupa BPKB kendaraan. Karena FSS tidak bisa mengemudikan mobil, NW bertindak sebagai sopir yang duduk di kursi depan, sementara jenazah Komariyah diletakkan di kursi bagian tengah, ditemani FSS.

0 Komentar