Ancaman Bencana Hidrometeorologi Mengintai, BPBD Petakan Puluhan Desa Rawan Banjir di Kabupaten Cirebon

Ancaman Bencana Hidrometeorologi Mengintai, BPBD Petakan Puluhan Desa Rawan Banjir di Kabupaten Cirebon
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, mengonfirmasi bahwa penyusunan data pemetaan wilayah rawan ini dirumuskan berdasarkan rekam jejak peristiwa banjir selama dua tahun terakhir.
0 Komentar

KABUPATEN CIREBON — Ancaman banjir di wilayah Kabupaten Cirebon tidak lagi terkonsentrasi pada satu titik kawasan. Berdasarkan evaluasi dan riwayat kejadian sepanjang tahun 2024 hingga 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mengidentifikasi puluhan desa dan kelurahan yang tersebar dari wilayah barat, tengah, hingga timur memiliki kerawanan tinggi terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Pemetaan komprehensif ini menjadi pijakan vital bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan darurat, terutama menjelang musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang diproyeksikan meningkat.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, mengonfirmasi bahwa penyusunan data pemetaan wilayah rawan ini dirumuskan berdasarkan rekam jejak peristiwa banjir selama dua tahun terakhir. Langkah retrospektif ini diambil agar strategi pencegahan dan penanganan di lapangan dapat dieksekusi secara terarah dan terukur.

Baca Juga:Penemuan Mobil Terbakar Bersama Jasad Perempuan Gegerkan Warga Terisi IndramayuKomitmen Berantas Pekat, Polresta Cirebon Musnahkan Belasan Ribu Botol Miras dan Knalpot Brong

“Pemetaan ini disusun berbasis data historis atau riwayat kejadian banjir dari tahun 2024 hingga 2025. Wilayah terdampak tersebar di berbagai sub-wilayah di Kabupaten Cirebon. Data komprehensif ini menjadi rujukan utama kami untuk mengeskalasi kewaspadaan serta kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi potensi banjir,” ujar Syamsul Huda dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan pemetaan BPBD, wilayah barat Kabupaten Cirebon mencakup deretan kecamatan yang kerap menjadi langganan luapan air, di antaranya Arjawinangun, Kaliwedi, Susukan, Ciwaringin, Gegesik, Panguragan, Klangenan, Gunungjati, hingga Suranenggala.

Di Kecamatan Susukan, wilayah yang masuk daftar peta rawan meliputi Desa Susukan, Bunder, Gintung Lor, Kedongdong, Bojong Kulon, dan Bojong. Sementara di Kecamatan Ciwaringin, kerawanan terkonsentrasi di Desa Ciwaringin serta Gintung Kidul.

“Sebaran titik rawan banjir di wilayah barat ini cukup masif. Oleh sebab itu, skema penanganan dan kesiapsiagaan bencana tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau hanya berfokus pada satu titik saja,” tegas Syamsul.

Tidak hanya wilayah barat, kawasan tengah Kabupaten Cirebon juga masuk dalam radar bahaya. Kawasan pemukiman dan perkotaan di sekitar Weru, Kedawung, Plumbon, Sumber, Talun, hingga Mundu mencatatkan rekam jejak terdampak banjir. Khusus di Kecamatan Sumber, pemetaan meliputi Kelurahan Sumber, Watubelah, Gegunung, dan Sendang.

0 Komentar