BREBES — Ketenangan warga di jalur pantura Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendadak terusik oleh aksi ugal-ugalan sekelompok remaja bersenjata tajam. Mengendarai sepeda motor secara beriringan sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit dan parang, gerombolan pemuda tersebut terekam kamera dan viral di media sosial saat melintas di wilayah Kecamatan Losari.
Peristiwa meresahkan ini dilaporkan terjadi pada akhir pekan lalu, tepatnya Minggu dini hari. Berdasarkan penelusuran di lapangan dan video yang beredar luas, puluhan remaja tampak mendominasi ruas jalan provinsi jalur Ketanggungan-Ciledug. Sebagian dari mereka memacu kendaraan bermotor sambil berteriak memprovokasi, sementara sebagian lainnya turun ke badan jalan dengan membawa senjata tajam berukuran besar yang diseret dan diacungkan ke udara.
Aksi berbahaya tersebut sontak memicu ketakutan bagi para pengguna jalan serta warga sekitar yang melintas. Menanggapi viralnya video tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Losari langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan kebenaran lokasi serta mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam konvoi maut itu.
Baca Juga:Wajib Transparan! MK Putuskan Informasi Gula, Garam, dan Lemak Harus Mudah Dicerna PublikPolda Metro Periksa Jubir KPK Terkait Laporan Pencemaran Nama Baik
Kanit Reskrim Polsek Losari, Aiptu Didik Agung, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa lokasi dalam rekaman video viral tersebut memang berada di wilayah hukumnya. Kendati demikian, pihak kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk terkait adanya korban jiwa atau insiden bentrokan fisik akibat aksi konvoi bersenjata tersebut.
“Kami sudah mengecek kebenaran video tersebut dan memang terjadi di wilayah Losari. Sampai saat ini, belum ada laporan mengenai adanya korban maupun bentrokan di lapangan,” ujar Aiptu Didik Agung, mewakili aparat penegak hukum setempat.
Dari sudut pandang keamanan wilayah, fenomena kenakalan remaja yang melibatkan senjata tajam ini mengindikasikan adanya pergeseran pola kriminalitas jalanan yang kian mengkhawatirkan. Alih-alih sekadar balap liar, kelompok-kelompok remaja kerap memanfaatkan media sosial untuk memamerkan eksistensi semu melalui konten kekerasan, yang berpotensi besar memicu jatuhnya korban jiwa apabila tidak ditindak secara tegas.
Sebagai langkah antisipasi preventif agar kejadian serupa tidak terulang dan menimbulkan keresahan lanjutan, pihak kepolisian kini semakin memperketat kegiatan patroli malam hingga dini hari. Aparat gabungan Polsek Losari berkomitmen untuk menyisir titik-titik rawan kriminalitas jalanan guna mempersempit ruang gerak kelompok remaja yang berniat melakukan aksi tawuran di jalur perbatasan tersebut. (red/dbs)
