Akhir Penantian 15 Hari, Jenazah Yaya Carya Korban KM Virgo Transport 8 Tiba di Cirebon

Jenazah korban KM Virgo asal Cirebon tiba di rumah duka di rumah duka
Jenazah Yaya Carya korban tenggelamnya KM Virgo tiba di desa Sigong sekitar pukul 13.30 WIB dengan disambut Isak tangis keluarga dan kerabat, Selasa (29/9/2026).
0 Komentar

CIREBON — Penantian panjang keluarga Yaya Carya, warga Dusun 02, Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, akhirnya berujung pada sebuah kepastian yang menyayat hati. Setelah dua pekan lebih diliputi kecemasan dan doa yang tak pernah putus sejak insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 pada Minggu (13/9/2026), kabar duka yang bercampur lega itu akhirnya tiba di kampung halaman.

Titik terang atas pencarian nahas tersebut dikonfirmasi setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri resmi mengidentifikasi jasad Yaya Carya (58). Proses identifikasi yang memakan waktu hingga 15 hari pencarian ini berbuah hasil, memastikan bahwa perantau asal Cirebon tersebut menjadi salah satu korban yang berhasil dikenali oleh tim medis.

Kepulangan yang Mengharukan di Rumah Duka

Jenazah almarhum Yaya Carya akhirnya tiba di rumah duka di Desa Sigong pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Kedatangan mobil ambulans yang membawa peti jenazah langsung disambut tangis histeris dan isak tangis keluarga yang telah berjam-jam menanti di halaman rumah. Rasa kehilangan yang mendalam kini berpadu dengan kelegaan batin karena sang kepala keluarga akhirnya bisa dipulangkan ke tempat peristirahatan terakhirnya di tanah kelahiran.

Baca Juga:Cemburu Buta Berujung Maut, Suami di Indramayu Nekat Bacok Istri dan TetanggaSeleksi Dirut PDAM Tirta Jati Dibawa ke Kemendagri, NDC Pertanyakan Mekanisme Ketua DPRD

Bagi Siti Hana Sulastri, anak pertama almarhum, momen kepulangan sang ayah menghadirkan gelora emosi yang teramat berat. Ada kelegaan luar biasa tatkala kepastian identitas ayah tercinta terungkap, namun di sisi lain, kenyataan pahit harus diterima bahwa sang ayah pulang dalam kondisi tiada.

“Setelah pencarian hari ke-15, akhirnya mendapatkan titik terang. Ketika menerima pesan, rasanya tidak bisa menahan bahagia dan haru. Tapi juga sedih karena musibah ini menimpa ayah,” ujar Siti dengan suara bergetar saat ditemui di kediamannya, Selasa (29/9/2026).

Di balik kedukaan tersebut, keluarga juga memanjatkan rasa syukur yang mendalam. Pasalnya, kondisi jasad Yaya Carya saat ditemukan masih dalam keadaan relatif utuh meskipun telah 15 hari berada di dalam air. Identifikasi semakin diperkuat oleh barang-barang pribadi yang masih melekat erat pada tubuh korban, termasuk sebuah tas pinggang yang berisi identitas diri serta telepon seluler, lengkap dengan pakaian yang dikenakannya.

0 Komentar