“Untuk perawatan anak dan neonatal, rumah sakit memiliki sejumlah ruang, mulai dari PICU dengan 13 tempat tidur, NICU 18 tempat tidur, hingga HCU Neonatal sebanyak 22 tempat tidur,” ungkapnya.
Perspektif lain menunjukkan bahwa lonjakan ini tidak murni bersumber dari pasien mandiri di wilayah Kota Cirebon saja, melainkan turut dibebani oleh limpahan pasien rujukan dari berbagai fasilitas kesehatan di daerah penyangga. Sejumlah rumah sakit di sekitar Cirebon terpaksa merujuk pasien anak mereka ke RSD Gunung Jati akibat mengalami keterbatasan kapasitas dan fasilitas pelayanan anak.
“Batuk, pilek, panas, itu masih mendominasi,” tegas Yogi.
Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi peningkatan kewaspadaan orang tua terhadap tren kesehatan anak, sekaligus menguji ketahanan infrastruktur fasilitas pelayanan kesehatan rujukan utama di wilayah Cirebon dan sekitarnya dalam menghadapi lonjakan kasus darurat harian.
Baca Juga:Asap Pekat Selimuti Ruang ICU RSUD Bekasi, Puluhan Pasien Kritis Dievakuasi ke Halaman TerbukaAtasi Kerusakan Berat, 82 Sekolah Dasar di Cirebon Dapat Intervensi Khusus dari Pemerintah
“Kami tidak menutup kemungkinan merubah fungsi kalau memang dibutuhkan. Salah satu indikatornya ruang perawatan yang BOR-nya rendah bisa dialihfungsikan menjadi ruang perawatan khusus, apakah yang dibutuhkan anak atau dewasa,” pungkas Yogi. (red/dbs)
