CIREBON — Kasus penemuan jenazah seorang perempuan paruh baya berinisial K (66) yang merenggut perhatian publik di Desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, terus diselidiki secara intensif oleh aparat penegak hukum. Hingga Jumat, 25 September 2026, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon dilaporkan telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi guna menguak tabir gelap di balik insiden maut yang menimpa istri seorang dokter tersebut.
Penyelidikan mendalam ini dilakukan menyusul temuan sejumlah luka pada tubuh korban saat pertama kali ditemukan tak bernyawa di kediamannya. Peristiwa tragis ini seketika memicu kehebohan warga sekitar serta memunculkan beragam spekulasi liar di ruang publik, termasuk narasi di media sosial yang menduga bahwa insiden tersebut berkaitan dengan tindak kriminal perampokan.
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja, menyatakan bahwa pihak kepolisian bekerja secara profesional dan berhati-hati dalam mengusut kasus ini. Menurutnya, serangkaian langkah investigasi saintifik dan konvensional tengah berjalan paralel, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) secara maraton hingga permintaan keterangan dari para saksi kunci.
Baca Juga:Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat, RSUD Waled Gelar Edukasi Pencegahan HemoroidSatu Korban Penusukan di Kedawung Meninggal Dunia, Pelaku Terancam Hukuman Berat
“Pada saat ini kami sedang melakukan proses investigasi. Yang pertama, kami telah melakukan olah TKP dan yang kedua kami telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi,” ujar Kompol Irfan Alireja, Jumat (25/9/2026).
Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka belum dapat mengambil kesimpulan terburu-buru, baik terkait motif di balik peristiwa maupun status hukum kasus tersebut. Kompol Irfan meminta masyarakat agar tidak lekas percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, termasuk isu liar mengenai dugaan perampokan yang telanjur beredar luas di dunia maya.
“Kami belum bisa menyimpulkan hal tersebut karena proses masih sedang berjalan,” tegasnya saat dikonfirmasi mengenai dugaan motif kejahatan.
Selain meminta keterangan dari para saksi di sekitar lokasi, penyidik kepolisian saat ini juga masih menunggu hasil autopsi medis dari tim forensik. Pemeriksaan fisik secara medis pada jenazah korban dinilai krusial untuk memastikan secara objektif penyebab pasti kematian, sekaligus mengidentifikasi korelasi antara luka-luka yang ditemukan pada tubuh korban dengan potensi unsur pidana.
