CIREBON – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled Kabupaten Cirebon menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan masyarakat bertema pencegahan dan penanganan hemoroid pada Jumat (25/9/2026), bertempat di lingkungan RSUD Waled. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh para pasien serta masyarakat umum.
Hemoroid—atau yang populer dikenal masyarakat sebagai wasir atau ambeien—merupakan kondisi pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah di sekitar area anus dan rektum. Gangguan kesehatan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu hemoroid eksternal dan internal, di mana hemoroid internal memiliki tingkatan keparahan klinis dari Grade 1 hingga Grade hingga Grade 4.
Dalam sosialisasi tersebut, tim medis RSUD Waled memaparkan sejumlah faktor pemicu utama yang meningkatkan risiko terkena hemoroid dalam kehidupan sehari-hari, antara lain kebiasaan sering mengejan saat buang air besar (BAB), kondisi sembelit atau BAB keras, kurangnya konsumsi serat dan cairan, kebiasaan terlalu lama duduk di toilet, kurangnya aktivitas fisik, hingga kondisi kehamilan.Guna mendeteksi kondisi ini secara dini, masyarakat dan pasien diimbau untuk mengenali tanda-tanda awal hemoroid.
Gejala umum yang patut diwaspadai meliputi:
1. Keluarnya darah merah segar saat atau setelah BAB
2. Sensasi nyeri atau tidak nyaman di area anus
Baca Juga:Satu Korban Penusukan di Kedawung Meninggal Dunia, Pelaku Terancam Hukuman BeratPolres Cirebon Kota Bongkar Sindikat Konten Asusila, Jaringan Lintas Provinsi Libatkan Puluhan Korban
3. Kondisi BAB keras atau sulit yang diiringi rasa gatal dan iritasi
4. Kemunculan benjolan di sekitar anus
5. Sensasi BAB terasa tidak tuntas
Sebagai bagian dari pilar pencegahan, RSUD Waled mengedukasi langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah:
• Tidak menahan BAB saat timbul dorongan• Menghindari mengejan terlalu kuat saat BAB• Membatasi durasi duduk di toilet agar tidak terlalu lama• Meningkatkan asupan serat secara bertahap serta mencukupi kebutuhan cairan harian• Aktif bergerak dan rutin melakukan aktivitas fisik
Selain itu, RSUD Waled memberikan catatan khusus terkait penanganan sembelit menggunakan obat pencahar. Meski obat pencahar dapat membantu melancarkan pencernaan, penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena berisiko menimbulkan efek samping serius seperti diare, kram perut, dehidrasi, hingga gangguan elektrolit.
Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana Surjono, Sp.OG., Subsp.KFM., menegaskan bahwa kegiatan edukasi rutin ini merupakan wujud nyata kehadiran rumah sakit di tengah masyarakat.
