Tim Dokkes Polresta Cirebon Ambil Sampel DNA Keluarga Warga Sigong yang Hilang di Tragedi KM Virgo Transport 8

Sampel DNA warga sigong korban tragedi KM Virgo
Tim Dokkes Polresta Cirebon mendatangi keluarga korban KM Virgo di Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, untuk mengambil sampel DNA sebagai langkah awal proses identifikasi forensik yang akurat, Sabtu (19/9/2026).
0 Komentar

CIREBON — Misteri di balik musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 pada Minggu 13 September 2026 mulai menyita perhatian mendalam di tingkat lokal, menyusul langkah taktis yang diambil oleh aparat penegak hukum guna menelusuri kejelasan nasib salah seorang warganya. Tim Dokkes Polresta Cirebon secara resmi turun tangan mendatangi kediaman keluarga korban di Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, untuk mengambil sampel DNA sebagai langkah awal proses identifikasi forensik yang akurat, Sabtu (19/9/2026) malam.

Pengambilan sampel biologis tersebut dipusatkan di Balai Desa Sigong sekitar pukul 20.00 WIB. Petugas medis kepolisian menyasar Mochammad Khoeruddin, yang merupakan anak kandung dari Yaya Carya (warga Dusun 02 RT 018 RW 05, Desa Sigong) — seorang warga setempat yang dilaporkan hilang dan diduga kuat menjadi korban dalam insiden nahas tenggelamnya kapal tersebut. Kehadiran tim medis di lokasi turut didampingi dan dipantau langsung oleh Kapolsek Lemahabang AKP Nuryana, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta unsur perangkat desa setempat.

Dalam proses identifikasi lapangan yang dipimpin oleh Aipda Enjang AS selaku petugas Dokkes Polresta Cirebon, sampel DNA tersebut nantinya akan diposisikan sebagai data pembanding primer bilamana ditemukan jenazah korban musibah KM Virgo. Langkah ini dinilai krusial mengingat kondisi di lapangan yang membutuhkan kecermatan ilmiah tinggi untuk memastikan identitas korban secara valid tanpa keraguan.

Baca Juga:Niat Bersihkan Lahan Berujung Maut, Lansia di Lemahabang Ditemukan Tewas Terbakar di Kebun MiliknyaMeriah! 200 Perahu Nelayan Hias Warnai Tradisi Nadran dan Larung Sesaji di Ambulu Cirebon

Kuwu Sigong, Sumarsono, saat dikonfirmasi mengenai insiden ini menjelaskan bahwa pihak keluarga sejatinya masih sempat membangun komunikasi intensif dengan korban sebelum musibah tersebut menerpa. Berdasarkan keterangan keluarga, kontak dengan korban masih terjadi sebelum peristiwa nahas itu, di mana saat itu Yaya Carya masih berada di wilayah Jakarta untuk urusan pekerjaan.

“Komunikasi terakhir terjadi pada saat korban masih bekerja di Jakarta. Setelah mendapat tawaran pekerjaan ke luar Pulau Jawa, yang bersangkutan kemudian berangkat menggunakan KM Virgo,” ungkap Sumarsono saat memberikan keterangan pers, Minggu (20/9/2026).

Kendati demikian, tak lama berselang setelah keberangkatan tersebut, pihak keluarga dikejutkan oleh hantaman informasi bencana perihal musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8. Sejak saat itu, komunikasi terputus total dan keberadaan Yaya Carya tidak lagi dapat diakses, memicu kecemasan mendalam di tengah sanak saudaranya.

0 Komentar