CIREBON — Niat hati membersihkan pekarangan demi merapikan lingkungan sekitar justru berakhir pada tragedi kemanusiaan yang merenggut nyawa. Seorang pria lanjut usia bernama M. Sidik (78), warga Blok Puhun, Desa Sindanglaut, ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi terbakar di area kebun miliknya yang terletak di Blok Seket Bata, Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Peristiwa yang menggegerkan warga sekitar ini terjadi pada Minggu (20/9/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar dalam posisi tertelungkup. Saat ditemukan, sejumlah bagian tubuh korban mengalami luka bakar yang cukup serius, meliputi area belakang kepala, punggung, kedua tangan, hingga kedua kaki. Kendati memastikan, hasil pemeriksaan medis awal bahwa kematian korban murni akibat insiden termal, tanpa ditemukan adanya indikasi tanda-tanda kekerasan fisik akibat hantaman benda tumpul maupun senjata tajam.
Kapolsek Lemahabang Polresta Cirebon, AKP Nuryana, memaparkan bahwa kejadian tragis ini bermula ketika korban meninggalkan kediamannya pada siang hari menjelang sore untuk menuju kebun. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, lokasi kebun tersebut berjarak sekitar 500 meter dari rumah korban dan biasa dikunjungi untuk mencari kayu bakar.
Baca Juga:Meriah! 200 Perahu Nelayan Hias Warnai Tradisi Nadran dan Larung Sesaji di Ambulu CirebonAnggaran Rp3,5 Miliar Digelontorkan, Pemkot Cirebon Prioritaskan Perbaikan Basement Gedung Setda
“Korban berangkat ke kebunnya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah untuk mencari kayu bakar,” ujar AKP Nuryana saat memberikan keterangan pers pada Minggu (20/9/2026).
Selang tiga jam dari waktu keberangkatannya, warga sekitar dikejutkan dengan penemuan jasad korban yang sudah terbujur kaku di tengah lahan. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat, Nasihun, yang kemudian diteruskannya kepada jajaran perangkat desa dan aparat kepolisian sektor Lemahabang.
Mendapati laporan tersebut, personel Polsek Lemahabang bersama tim medis dari Puskesmas Lemahabang dan Tim Inafis Polresta Cirebon langsung bergerak cepat mendatangi lokasi guna melakukan identifikasi serta pengecekan forensik di lapangan.
Dari penelusuran harian di lapangan, pihak keluarga menduga bahwa korban sebelum kejadian tengah berupaya membersihkan lahan dengan cara mengumpulkan mengomel-ranting kering lalu membakarnya. Namun, situasi diduga berubah menjadi malapetaka tatkala embusan angin kencang di tengah cuaca panas membuat kobaran api dengan cepat membesar dan tak terkendali. Korban yang diduga panik saat api mulai mendekat, terjebak di area pembakaran hingga akhirnya terjatuh dan ikut tersambar api.
