Anggaran Rp3,5 Miliar Digelontorkan, Pemkot Cirebon Prioritaskan Perbaikan Basement Gedung Setda

Renovasi gedung Setda kota cirebon
Gedung Setda Kota Cirebon
0 Komentar

KOTA CIREBON – Wajah perkantoran pusat pemerintahan Kota Cirebon bersiap menghadapi babak baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon secara resmi memulai proyek revitalisasi Gedung Sekretariat Daerah (Setda) yang dipusatkan terlebih dahulu pada penguatan struktur bawah atau basement.

Langkah taktis ini diambil bukan tanpa alasan. Bagian basement dinilai memegang peranan paling krusial sebagai fondasi utama penopang seluruh bangunan agar terhindar dari potensi ambruk di kemudian hari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman, mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek strategis ini telah mulai berjalan di lapangan. Mengingat sisa waktu menjelang akhir tahun yang terbilang sangat terbatas, pihak pelaksana dituntut untuk bergerak cepat dan tepat waktu.

Baca Juga:Almaira Nebuchadnezzar, Putri Cirebon Timur yang Harumkan Nama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026Tolak RUPSLB PT RSB: Pemegang Saham Pendiri Nyatakan Direksi dan Komisaris Ilegal

Berdasarkan data kontrak kerja, proyek perbaikan ini digarap oleh CV. Satria Persada Kencana dengan nilai kontrak mencapai Rp3.548.000.167 (Rp3,5 miliar). Anggaran tersebut bersumber dari efisiensi dan alokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Proyek ini ditargetkan tuntas dalam durasi waktu pengerjaan selama 110 hari kalender atau rampung pada penghujung tahun 2026.

“Sudah mulai berjalan, nanti disesuaikan karena waktu yang sangat terbatas. Tahun ini kita akan fokus di basement,” ujar Iing Daiman saat memberikan keterangan.

Ia menjelaskan, fokus utama perbaikan pada segmen basement ini adalah memperkuat struktur lama agar mampu menopang beban bangunan secara lebih optimal. Pemerintah menerapkan metode teknis khusus yang dikenal dengan istilah jacketing.

“Teknisnya seperti apa, yang jelas ada konsep jacketing. Intinya basic yang harus ditempuh adalah di basement dulu penguatannya,” jelas Iing. Lebih lanjut ia menambahkan, “Kan, basement itu sebagai penopang ya agar tidak ambruk nantinya, jadi kita prioritaskan terlebih dahulu. Tahapannya kita mulai dari bagian basement dulu, lalu kita mulai melangkah ke bagian gedung yang lain,” ucapnya.

Menanggapi besaran anggaran, Iing meluruskan bahwa angka realisasi yang digelontorkan untuk tahap awal ini adalah Rp3,5 miliar, menyesuaikan hasil penghitungan teknis kebutuhan di lapangan berdasarkan prinsip anggaran money follows function dan money follows program. Sisa anggaran dari rencana awal dipastikan masuk ke dalam SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) Provinsi.

0 Komentar