BANDUNG – Kapten Persib Bandung, Marc Klok, memastikan kondisi persiapan yang tidak ideal tidak akan menggoyahkan tekad skuadnya menjelang laga tandang melawan Persijap Jepara pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Minggu, 20 September 2026, pukul 19.00 WIB.
Perjalanan panjang dari Seoul, Korea Selatan, usai menghadapi FC Seoul di ajang AFC Champions League Two, membuat Persib memiliki waktu recovery yang terbatas. Meski demikian, Klok menegaskan bahwa seluruh pemain tetap memiliki ambisi yang sama untuk meraih hasil maksimal di kandang lawan.
“Kami tidak tahu kondisi di sana. Tapi apapun di depan, kami akan berusaha ambil (hasil terbaik) dan kami ke sana untuk menang,” ujar pemain bernomor punggung 23 tersebut dalam sesi temu media sebelum pertandingan, Sabtu, 19 September 2026.
Baca Juga:Mantan Gubernur Jabar H. Danny Setiawan Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Mengenang Jasa dan DedikasinyaGelombang Atmosfer Kelvin Dipantau BMKG, Hujan Lokal Berpeluang Turun di Jawa Barat
Tekad Klok bukan tanpa alasan. Persijap Jepara dikenal sebagai lawan yang menyimpan memori kurang menyenangkan bagi Persib pada musim sebelumnya. Dalam dua pertemuan di Super League 2025/2026, Maung Bandung sama sekali tidak mampu meraih kemenangan.
Pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bumi Kartini, 18 Agustus 2025, Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2. Gol Carlos Franca di menit ke-68 dan Sudi Abdallah pada menit 90+3 memastikan kemenangan Persijap, sementara Persib hanya mampu membalas melalui penalti Uilliam Barros.
Catatan tersebut menjadi salah satu hal yang ingin diperbaiki Persib pada musim ini. Klok menyadari bahwa Persijap bukan tim yang bisa dianggap remeh. “Ya, kita tahu Persijap bukan tim yang jelek, mereka sangat baik, punya playing style sangat bagus, punya pelatih dengan ide bagus juga. Kami tahu besok bukan pertandingan mudah buat Persib,” ucapnya.
Persijap Jepara sendiri memiliki sejarah panjang sebagai klub yang dikenal angker di kandang sendiri. Klub yang berdiri pada 11 April 1954 ini pernah menjelma sebagai “pembunuh raksasa” pada awal 2000-an di bawah pelatih Rudy William Keltjes.
Atmosfer Stadion Gelora Bumi Kartini yang telah direnovasi dengan anggaran Rp69,4 miliar dan berkapasitas 8.570 penonton menjadi salah satu faktor yang membuat lawan kesulitan mencuri poin di Jepara.
