Peringati Haul Agung Sunan Gunung Jati, Bupati Imron Dorong 19 September Masuk Kalender Agenda Resmi Cirebon

Haul Agung Sunan Gunung Jati
Peringatan Haul Agung Syekh Syarif Hidayatullah dipusatkan di Masjid Syarif Abdurachman di kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati, Sabtu (19/9/2026).
0 Komentar

CIREBON — Ribuan umat Islam dan warga dari berbagai daerah memadati Masjid Syarif Abdurachman di kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Sabtu (19/9/2026). Kehadiran ribuan peziarah tersebut bertujuan untuk memperingati Haul Agung Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang digelar secara khidmat.

Peringatan haul yang mengusung tema “Meneruskan Perjuangan, Membangun Cirebon yang Religius, Berbudaya, dan Berkah” ini tidak hanya menjadi panggung doa bersama, melainkan juga momentum strategis untuk mempererat kembali tali silaturahmi, merawat tradisi lokal, serta memperkokoh persatuan masyarakat Cirebon di tengah dinamika zaman.

Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., mendorong agar tanggal 19 September secara resmi ditetapkan sebagai agenda tahunan daerah melalui regulasi yang kuat, baik dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup).

Baca Juga:58 Santri Al Askar Keracunan MBG, Polisi Amankan Sampel ke LabforJelang Perijap vs Persib, Marc Klok: Kami Datang untuk Menang

Imron menyatakan penetapan 19 September sebagai momentum Haul Agung Syekh Syarif Hidayatullah merupakan hasil kesepakatan bersama. Keputusan ini diambil setelah Pemkab dan DPRD Cirebon memfasilitasi kajian yang melibatkan ulama, sejarawan, budayawan, dan akademisi untuk menyelaraskan berbagai versi waktu pelaksanaan yang ada sebelumnya.

“Pada saat sekarang inilah perayaan yang pertama hasil kajian. Maka kita mengadakan haul ini cuma satu, Jadi nanti tiap tahun juga akan dibahas di DPR. Kami minta supaya akan diperdakan,” ujarnya.

Ia menyebut Sunan Gunung Jati memiliki peran penting dalam memadukan kehidupan keagamaan dengan pemerintahan dan pembangunan masyarakat Cirebon.

“Syekh Syarif inilah yang memadukan keilmuan keagamaan dan pemerintahan untuk memajukan masyarakat Cirebon,” katanya.

Imron berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan pemerintahan dan masyarakat saat ini. Salah satunya melalui pesan “titip tajug dan fakir miskin” yang menurutnya mengandung tanggung jawab pemerintah untuk memperhatikan masyarakat kurang mampu sekaligus menjaga kehidupan keagamaan.

Sementara itu Ketua Panitia Haul Agung Syekh Syarif Hidayatullah, Dr. KH. Abd Hayi Imam, M.Ag., menjelaskan bahwa penyelenggaraan haul ini lahir dari konsensus dan kerja keras bersama berbagai elemen masyarakat yang memiliki komitmen serupa untuk menjaga warisan sang wali.

0 Komentar