Kesaksian Korban Selamat Virgo Transport 8: Tanpa Peringatan Dini, Kapal Tiba-Tiba Miring

Kapal virgo transport 8 tenggelam
Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan terbalik secara tiba-tiba di tengah laut, Minggu (13/9/2026) dini hari.
0 Komentar

​Perjuangan hidup dan mati juga dialami oleh Rinto Arahab, seorang pekerja asal Palembang yang hendak merantau ke perkebunan sawit di Kalimantan. Berbeda dengan Agus dan Siprianus, Rinto memilih langsung mengenakan pelampung dan menerjunkan diri ke laut begitu kapal mulai limbung.

​”Saya bertahan di laut selama sekitar empat jam,” ungkap Rinto. Nyawanya terselamatkan setelah sebuah kapal tunda (tugboat) pengangkut batu bara melintas di lokasi kejadian, yang kemudian membawanya berpindah ke kapal MV Haida menuju Pelabuhan Trisakti.

​Faktor Manusia Jadi Pemicu Utama

​Menanggapi rentetan kecelakaan moda transportasi laut yang terus berulang di Indonesia, Pakar transportasi laut sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Setyo Nugroho, angkat bicara. Berdasarkan analisisnya, faktor kelalaian manusia (human error) menduduki porsi terbesar sebagai penyebab utama kecelakaan maritim.

​”Hampir 90% kecelakaan kapal terjadi karena kelalaian manusia,” tegas Setyo.

Baca Juga:Jokowi Datang ke Cirebon Penuhi Undangan Khitanan Anak Ustadz Ujang Busthomi, Disambut Ribuan WargaCakupan BPJS Baru 65 Persen, DPRD Cirebon Desak Subsidi Silang dan Evaluasi Layanan Kesehatan

​Ia membeberkan bahwa kelalaian tersebut kerap bermanifestasi dalam bentuk perawatan mesin yang buruk hingga pengabaian terhadap perhitungan stabilitas muatan kapal. Lebih lanjut, dari total persentase kelalaian manusia itu, sebanyak 80% di antaranya bersumber dari penanganan muatan kapal yang tidak sesuai prosedur standar. (dbs)

0 Komentar