JABARPUBLISHER.COM – Rumah Susanah (38) di Kampung Ciuncal, RT 01/RW 04, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak dipasangi garis polisi. Bukan karena tindak kriminal, melainkan imbas dari viralnya namanya di media sosial setelah disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai buruh pengupas bawang dengan upah fantastis Rp700.000 per kilogram.
Pernyataan Presiden itu sontak memicu gelombang perhatian publik. Rumah Susanah yang sebelumnya sunyi, tiba-tiba ramai didatangi awak media, petugas pemerintah, hingga warga penasaran yang ingin melihat sosok di balik pemberitaan tersebut. Kondisi inilah yang kemudian mendorong perangkat lingkungan setempat memasang garis pembatas—bukan untuk mengisolasi, melainkan untuk melindungi.
Garis Polisi Terpasang, Akses Tak Sepenuhnya Tertutup
Potongan garis polisi berwarna kuning terlihat terikat di bagian atap teras rumah Susanah pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, garis tersebut tidak membentang penuh menutup seluruh akses menuju rumah. Gulungan garis polisi serupa juga terlihat di sebuah bangunan warga di ujung gang yang biasa digunakan sebagai pos keamanan lingkungan.
Baca Juga:Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat JuaraSemarakkan HUT ke-81 RI, Ribuan Penggowes Cirebon Timur Taklukkan Rute Menantang Menuju Bukit Kalban
Menurut Iis, istri Ketua RT setempat, pemasangan garis pembatas dilakukan beberapa hari sebelum Senin. Susanah bersama suaminya, Didim, saat itu diketahui sedang berada di Jakarta, sehingga rumah dalam keadaan kosong.
Dipasang karena Rumah Ramai Didatangi Awak Media
Iis menyampaikan bahwa pemasangan garis pembatas merupakan hasil pembahasan perangkat lingkungan setempat yang melibatkan ketua RW, kepala desa, dan kepala dusun. Pertimbangan utamanya adalah tingginya intensitas kedatangan awak media setelah sosok Susanah menjadi perhatian publik.
Rumah Susanah dalam beberapa hari terakhir terus didatangi orang yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai perempuan pengupas bawang yang disebut-sebut berpenghasilan besar tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keluarga Susanah yang sebelumnya tidak terbiasa menghadapi sorotan publik dalam skala besar.
“Takutnya, khawatirnya mungkin jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral,” kata Iis dikutip dari Tribunnews.
Menjaga Kondisi Psikologis Anak-anak Susanah
Pemasangan garis pembatas juga dimaksudkan untuk menjaga kondisi psikologis anak-anak Susanah. Perangkat lingkungan menilai, perhatian publik yang datang secara mendadak bisa memberikan tekanan kepada keluarga. Keramaian di sekitar rumah juga menjadi perhatian karena kediaman Susanah berada di tengah lingkungan permukiman warga, sehingga aktivitas yang berlebihan bisa mengganggu ketertiban umum.
