Rumah Susanah Dipasangi Garis Polisi Usai Viral Pengupas Bawang Upah Rp700.000/Kg, Ada Apa?

Susanah.
Rumah Susanah Dipasangi Garis Polisi Usai Viral Pengupas Bawang Upah Rp700.000/Kg. foto: tangkapan layar
0 Komentar

Garis pembatas kemudian digunakan sebagai salah satu cara untuk mengendalikan aktivitas orang yang datang ke lokasi. Namun, akses ke rumah tidak sepenuhnya ditutup karena garis polisi tersebut tidak membentang penuh di depan kediaman Susanah. Pengaturan lebih ditujukan kepada pihak-pihak yang hendak melakukan peliputan maupun mengambil gambar di sekitar rumah.

Wartawan Diminta Berkoordinasi Sebelum Meliput

Iis mengatakan bahwa wartawan yang ingin melakukan peliputan diminta terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat lingkungan setempat. Langkah tersebut diterapkan supaya aktivitas di sekitar kediaman Susanah tetap tertib dan tidak mengganggu warga lainnya. Perangkat lingkungan juga ingin memastikan keluarga Susanah tidak terus-menerus menghadapi kedatangan berbagai pihak tanpa pengaturan.

Iis menyinggung adanya kegiatan pengambilan gambar oleh pihak pemerintah, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos), yang disebut sempat dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan perangkat lingkungan. Kondisi itu kemudian menjadi salah satu alasan akses di sekitar rumah Susanah diperketat untuk sementara.

Viral Berdampak, Perlindungan Keluarga Jadi Prioritas

Baca Juga:Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat JuaraSemarakkan HUT ke-81 RI, Ribuan Penggowes Cirebon Timur Taklukkan Rute Menantang Menuju Bukit Kalban

Viralnya sosok Susanah sebagai buruh pengupas bawang berupah tinggi ternyata membawa konsekuensi tak terduga bagi kehidupan keluarganya. Rumah yang biasanya tenang berubah menjadi pusat perhatian nasional. Pemasangan garis polisi bukanlah bentuk isolasi, melainkan langkah perlindungan—baik bagi keluarga Susanah maupun ketertiban lingkungan sekitar.

Dengan koordinasi yang jelas antara perangkat lingkungan dan awak media, diharapkan sorotan publik tidak lagi menjadi beban, melainkan dapat dikelola dengan bijak demi kenyamanan semua pihak. (red)

0 Komentar