CIREBON – Suasana duka menyelimuti kompleks Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (13/8/2026). Ribuan pelayat dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sesepuh Buntet Pesantren, KH Hasanuddin Kriyani, yang telah berpulang ke Rahmatullah.
Almarhum mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Jenazah tiba di Cirebon dan disemayamkan sebelum akhirnya dikebumikan di kompleks pemakaman Buntet Pesantren sekitar pukul 10.30 WIB.
Lautan Pelayat
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat namun haru. Kehadiran ribuan orang yang terdiri dari para ulama, santri, pejabat pemerintah daerah, hingga unsur TNI-Polri, menjadi bukti nyata besarnya penghormatan masyarakat terhadap sosok almarhum. Sepanjang perjalanan menuju tempat peristirahatan terakhir, barisan pelayat tampak mengiringi jenazah sebagai bentuk takzim kepada sang tokoh yang dikenal memiliki dedikasi tinggi bagi pesantren dan umat.
Baca Juga:Investasi Ching Luh Group Masuk Cirebon, Wabup Jigus: Peluang Emas untuk Lapangan Kerja Generasi MudaPabuaran Kreatif Expo 2027 Resmi Digagas: Jagung dan UMKM Jadi Ikon Utama Dongkrak Potensi Lokal
Kehilangan Tokoh Sentral
Wafatnya KH Hasanuddin Kriyani merupakan pukulan besar bagi keluarga besar Pondok Buntet Pesantren. Sebagai salah satu pondok pesantren tertua dan paling bersejarah di Indonesia, Buntet Pesantren kini harus melepas sosok yang menjadi panutan sekaligus pilar kebijakan.
Terlebih, almarhum diketahui baru saja mengemban amanah sebagai pemegang estafet kepemimpinan tertinggi di lingkungan Buntet Pesantren. Kepergiannya meninggalkan celah besar dalam struktur kepemimpinan dan bimbingan moral bagi ribuan santri yang menimba ilmu di sana.
Warisan Keteladanan
Selain dikenal sebagai sesepuh pesantren, KH Hasanuddin Kriyani dikenang luas oleh masyarakat Cirebon sebagai sosok yang penuh keteladanan. Bagi para santri dan kalangan ulama, almarhum bukan sekadar pemimpin, melainkan guru yang menanamkan nilai-nilai pengabdian.
Pemakaman ini bukan hanya sekadar prosesi mengantar jenazah, melainkan refleksi dari rasa kehilangan yang mendalam atas figur yang telah mewakafkan hidupnya untuk kemaslahatan umat. Meski sang sosok kini telah tiada, nilai-nilai perjuangan dan dedikasi yang pernah ditanamkannya akan tetap hidup menjadi warisan berharga bagi generasi penerus di Pondok Buntet Pesantren. (red)
