UGJ Dorong Pemerintah Beri Keadilan Anggaran untuk PTS di Tengah Kebijakan Kuliah Gratis PTN

Wacana biaya kuliah di PTN gratis dari pemerintah
Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Prof. Dr. Achmad Faqih, S.P., M.M.,
0 Komentar

CIREBON — Rencana ambisius pemerintah pusat menggulirkan program kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai tahun 2027 mendatang dengan alokasi anggaran fantastis senilai Rp93,7 triliun memantik diskursus luas. Kebijakan makro yang bertujuan meringankan beban masyarakat ini kontan memunculkan kekhawatiran baru bagi ekosistem pendidikan tinggi swasta. Menanggapi dinamika tersebut, Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Prof. Dr. Achmad Faqih, S.P., M.M., secara tegas mendorong pemerintah pusat agar bersikap adil dan memberikan perhatian serta dukungan pendanaan yang lebih proporsional bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Langkah strategis ini dinilai mendesak lantaran sektor PTS menghadapi tantangan ganda yang kian kompleks. Selain harus bersaing ketat dengan PTN yang mendapatkan keleluasaan serta kuota lebih besar dalam menjaring mahasiswa baru, institusi pendidikan swasta juga dihantam oleh tren penurunan daya beli masyarakat akibat tekanan kondisi ekonomi makro. Prof. Faqih mengingatkan, tanpa adanya intervensi dan keberpihakan anggaran yang jelas dari negara, dikotomi pembiayaan ini berpotensi mengancam keberlangsungan PTS serta memicu risiko putus kuliah bagi mahasiswa akibat keterbatasan finansial.

Kendati berada di tengah bayang-bayang persaingan yang tidak simetris, UGJ Cirebon membuktikan ketangguhannya dengan tetap menjaga stabilitas penerimaan mahasiswa baru. Kepercayaan publik yang terjaga ini merupakan buah dari komitmen institusi dalam mengerek mutu akademik secara komprehensif. Di bawah kepemimpinan Prof. Faqih, UGJ terus menggenjot akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui penambahan jumlah dosen bergelar doktor, percepatan jabatan fungsional akademik menuju guru besar, hingga perbaikan tata kelola dan reformasi digital.

Baca Juga:Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia di Bawah MalaysiaMisteri Kematian Istri Dokter di Babakan: Polisi Periksa Tujuh Saksi dan Tunggu Hasil Autopsi

“Peningkatan mutu dan kualitas layanan pendidikan adalah prioritas utama kami untuk memastikan lulusan UGJ memiliki daya saing yang tinggi, baik di tingkat nasional maupun global,” tegas Prof. Faqih. Komitmen mutu tersebut semakin diperkuat dengan diraihnya predikat akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yang menempatkan UGJ sebagai salah satu mercusuar pendidikan tinggi swasta terkemuka di wilayah III Cirebon.

Lebih lanjut, guna meredam dampak ikutan dari kebijakan kuliah gratis di PTN, pihak rektorat berencana mengkonsolidasikan kekuatan kolektif bersama pimpinan PTS lainnya. UGJ akan menggandeng Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (APTSSI) untuk merumuskan langkah taktis, menyampaikan masukan konstruktif, serta menggalang audiensi dengan pemerintah. Tujuannya satu: memastikan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sektor pendidikan benar-benar berkeadilan dan dapat dirasakan secara proporsional oleh seluruh anak bangsa, tanpa memandang status negeri atau swasta.

0 Komentar