CIREBON – Pasar Tani yang digagas Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon bukan sekadar ajang jual-beli biasa. Di balik tenda-tenda yang berdiri di halaman Distan, ada gerakan pemberdayaan perempuan tani yang mulai menunjukkan hasil nyata. Di sinilah Kelompok Wanita Tani (KWT) unjuk gigi—memasarkan aneka produk olahan pertanian dan peternakan yang mereka kelola dari hulu ke hilir.
KWT: Dari Lahan ke Meja Konsumen
Kepala Distan Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, saat membuka acara pada Selasa (11/8/2026), menegaskan bahwa Pasar Tani menjadi jembatan penting antara petani perempuan dan konsumen. “Pasar Tani ini dilaksanakan untuk memasarkan produk-produk dari KWT,” ujarnya di hadapan puluhan peserta yang antusias.
Apa saja yang dijual? Mulai dari olahan makanan berbasis pertanian hingga produk turunan peternakan—semua adalah hasil kreasi KWT yang sebelumnya hanya berhenti sebagai bahan mentah. Dengan sentuhan inovasi, singkong berubah jadi camilan, susu segar menjelma produk olahan bernilai jual lebih tinggi.
Mandiri Lewat Pemasaran, Didukung Pemerintah
Baca Juga:Hanya 3 TPS3R Beroperasi, DPRD Kabupaten Cirebon Minta Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas Anggaran 2027Kabar Duka, Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon KH Hasanuddin Kriyani Wafat di RSPAD Jakarta
Deni menyampaikan harapannya agar KWT tak hanya bergantung pada momen seperti Pasar Tani. “Harapannya, KWT dapat mandiri dan bisa memasarkan produk-produknya sendiri,” katanya. Namun, ia memastikan Distan tetap memberikan pendampingan intensif—mulai dari pelatihan pengemasan hingga strategi penetapan harga—sebagai bekal agar KWT mampu berdiri di kaki sendiri di masa depan.
“Kami tentu saja membantu untuk memasarkan, dan selanjutnya mereka bisa memasarkan sendiri,” tambahnya.
Lebih dari Pasar: Vaksinasi Rabies dan Respon Darurat Kekeringan
Pasar Tani ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Namun ada agenda lain tak kalah krusial: Distan menggelar vaksinasi rabies untuk sekitar 300 hewan peliharaan warga. Langkah ini bukan sekadar seremonial, tapi bagian dari upaya preventif menjaga kesehatan hewan dan manusia di Kabupaten Cirebon.
Tak berhenti di situ, Distan juga sedang memetakan laporan kekeringan yang mulai muncul di sejumlah wilayah. Deni menekankan pendekatan kolaboratif: “Kita harus menangani kekeringan dengan tenang dan berkoordinasi dengan stakeholder untuk mencari pemecahan yang terbaik bagi para petani.”
