Oleh karena itu, Anton meminta agar pengadaan dan pemeliharaan armada pengangkut sampah disisipkan sebagai salah satu poin prioritas dalam alokasi anggaran tahun 2027 mendatang.
“Sampah yang sudah dikumpulkan warga tetap membutuhkan kendaraan untuk diangkut. Jika armadanya kurang, masalahnya hanya berpindah tempat dari rumah ke TPS, lalu menggunung karena terlambat diangkut,” tambah Anton.
Ia berharap pembahasan KUA-PPAS 2027 bersama pihak eksekutif mampu melahirkan kebijakan anggaran yang realistis dan berdampak langsung pada kebersihan lingkungan masyarakat.
Baca Juga:Kabar Duka, Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon KH Hasanuddin Kriyani Wafat di RSPAD JakartaKomisi III DPRD Soroti Paparan Pornografi pada Pelajar
“Kami berharap pembahasan anggaran 2027 menghasilkan kebijakan yang tidak hanya terlihat besar di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan. Ukuran keberhasilan pengelolaan sampah bukan seberapa banyak gedung TPS3R yang dibangun, melainkan seberapa besar volume sampah yang berhasil dikurangi dan diolah sehingga tidak lagi mencemari lingkungan warga,” tegas Anton menutup keterangannya. (adv)
