INDRAMAYU – Kegembiraan rombongan pengantar pengantin asal Desa Cempeh tiba-tiba berubah menjadi duka kelam. Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan satu unit mobil pikap berpenumpang terbuka dan dua truk tronton di Jalur Pantura, Tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7) siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Insiden pendarahan ini terjadi saat mobil pikap Daihatsu GranMax bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan oleh Warkidi tengah membawa 17 orang penumpang di bak belakang. Rombongan tersebut sedang dalam perjalanan pulang Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, usai menghadiri prosesi hantaran pernikahan di Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.
Nahas, setibanya di lokasi kejadian, petaka datang tanpa terduga. Ketika mobil pikap tersebut sedang berhenti di lajur kanan dan bersiap untuk berputar arah melalui u-turn median jalan, sebuah truk Hino Wing Box bernomor polisi B 9260 TEV melaju kencang dari arah yang sama. Truk besar tersebut gagal mengantisipasi pergerakan di depannya dan menghantam bagian belakang pikap dengan keras.
Baca Juga:Misteri Dentuman Keras di Cirebon dan Kuningan Terjawab, BRIN Konfirmasi Lintasan Meteor di Langit JawaBuron Berbulan-bulan, Pelaku Curanmor yang Viral di Sukatani Diringkus Polisi di Muara Gembong
Akibat benturan keras dari belakang, pikap mobil itu terdorong kuat ke jalur berlawanan. Pada saat yang bersamaan, sebuah truk tronton hilang bak bernomor polisi E 8846 BA meluncur dari arah sebaliknya dan langsung menyambar mobil pikap yang tak lagi terkendali tersebut. Hantaman ganda ini membuat para penumpang yang berada di bak terbuka terpental ke udara dan jatuhan di atas jalan raya aspal.
Aparat kepolisian dari Satlantas Polres Indramayu bersama warga sekitar langsung bergerak cepat mengevakuasi para korban yang bergelimpangan di jalan raya menuju fasilitas medis terdekat.
Kapolres Indramayu melalui Kasat Lantas AKP Undang Syarif Hidayat mengonfirmasi bahwa total korban meninggal dunia akibat kejadian maut ini mencapai 12 orang, termasuk sang sopir pikap.
“Total korban meninggal dunia dipastikan sebanyak 12 orang. Tiga korban mengembuskan napas terakhir secara langsung di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, empat korban meninggal dunia saat dievakuasi ke RS Mitra Plumbon Widasari, dan enam korban lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis intensif di RS Bhayangkara Losarang,” jelas AKP Undang Syarif Hidayat saat memberikan keterangan pers, Senin (13/7).
