Mengurangi Waktu Belajar dan Sisa Makanan Melimpah, SD Muhammadiyah 1 Trenggalek Hentikan Keikutsertaan MBG

SD Muhammadiyah 1 Trenggalek.
SD Muhammadiyah 1 Trenggalek Hentikan Keikutsertaan MBG
0 Komentar

Keputusan ini telah disampaikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Pemberitahuan dilakukan secara lisan, kemudian dilanjutkan dengan surat resmi yang dikirim pada Sabtu (11/7/2026). Menurut Ikhsan, sekitar 90 persen wali murid mendukung langkah sekolah ini.

Sebagai langkah selanjutnya, SD Inovatif kembali mengoptimalkan sistem katering mandiri yang telah dijalankan sebelum adanya program MBG. Melalui pola ini, sekolah memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan menu, menyesuaikan kebutuhan siswa, serta melakukan pengawasan langsung terhadap kualitas makanan yang diberikan.

Meskipun satu sekolah memutuskan mundur, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Trenggalek secara keseluruhan masih tetap berjalan. Data hingga Mei 2026 mencatat program tersebut telah menjangkau 174.922 penerima manfaat melalui 68 SPPG dan melibatkan hampir 3.000 tenaga kerja. Dukungan terhadap keberlanjutan program juga terus mengalir, salah satunya dari ribuan mitra SPPG yang tergabung dalam Paguyuban Mitra MBG Trenggalek. Mereka menggelar aksi damai pada Juni lalu untuk menyuarakan dukungan terhadap program sekaligus mendorong perbaikan kualitas pelaksanaan.

Baca Juga:Diduga Rem Blong, Truk Air Mineral Hantam Warung dan Motor di Tanjakan Ciperna: Ibu dan Bayi TewasAkses Pertanian dan Industri Terbuka, Jalan Ruas Sumber Kidul–Sumber Lor Mulai Dibangun

Keputusan SD Muhammadiyah 1 Trenggalek menjadi salah satu catatan penting bagi pemerintah bahwa pelaksanaan program nasional di tingkat lapangan menghadapi tantangan yang beragam. Keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada tujuan besar meningkatkan gizi anak, tetapi juga pada efektivitas operasional, ketepatan sasaran, serta kesiapan masing-masing satuan pendidikan. (red)

0 Komentar