Tidak lama setelah Venezuela diguncang gempa kuat, Jepang kembali mengalami aktivitas seismik. Gempa magnitudo 6,9 terjadi di lepas pantai Prefektur Iwate, wilayah utara Jepang, dengan kedalaman sekitar 51 kilometer.
Guncangan terasa hingga wilayah Tokyo. Sejumlah layanan transportasi, termasuk jalur kereta cepat Tohoku Shinkansen, sempat dihentikan sementara sebagai langkah pengamanan. Namun, hingga laporan terakhir belum ditemukan kerusakan besar maupun korban jiwa.
Jepang memang menjadi salah satu negara dengan tingkat risiko gempa tertinggi di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Pertemuan beberapa lempeng tektonik membuat aktivitas gempa di wilayah tersebut menjadi hal yang sering terjadi.
Baca Juga:Pemkab Cirebon Kejar Tambahan Dana Pusat Rp100 Miliar untuk Perbaikan JalanKasus Taufik Hidayat Jadi Cermin Kelam, Gubernur KDM Desak Aparat dan Orangtua Bangun Sistem Waspada
Rangkaian gempa dunia tersebut menjadi perhatian bagi Indonesia yang juga berada di jalur Cincin Api Pasifik. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengingatkan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat penting agar masyarakat dan pemerintah terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Menurutnya, ancaman terbesar dari gempa bumi bukan hanya getarannya, tetapi dampak akibat bangunan yang tidak kuat menghadapi guncangan. Karena itu, kualitas konstruksi dan kesiapan menghadapi bencana menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko korban. (red)
