BANDUNG – Krisis pasokan listrik di Provinsi Jawa Barat kian mengkhawatirkan. Setelah sebelumnya melumpuhkan sebagian aktivitas di kawasan Bandung Raya, kebijakan pemadaman listrik secara bergilir kini kian meluas hingga merambah Kabupaten Karawang, serta wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Langkah darurat yang diambil PT PLN (Persero) ini memicu keluhan massal dari warga akibat terganggunya roda perekonomian dan aktivitas rumah tangga.
Meluasnya cakupan wilayah terdampak ini memaksa ribuan pelanggan, mulai dari pelaku pelaku usaha mikro hingga sektor industri dan pekerja komuter, harus memutar otak guna menyiasati hilangnya pasokan daya di tengah jam produktif siang hingga sore hari. Sejumlah warga mengeluhkan pemadaman yang terjadi pada waktu krusial tersebut karena berdampak langsung pada pekerjaan yang mengandalkan konektivitas digital, kegiatan usaha, hingga kenyamanan domestik.
Di wilayah Bandung Raya, pemadaman berkala ini seolah menjadi pemandangan sehari-hari yang menjemukan sejak 10 Juni hingga 17 Juni 2026 lalu. Gangguan transmisi daya tersebut tidak lagi hanya mengancam kawasan pusat Kota Bandung, melainkan telah menjangkau wilayah pinggiran dan penyangga ekonomi seperti Ujungberung, Buah Batu, Padalarang di Kabupaten Bandung Barat, hingga Cilengkrang di Kabupaten Bandung. Berdasarkan laporan di lapangan, durasi pemadaman rata-rata memakan waktu hingga dua jam, yang praktis melumpuhkan operasional para pelaku usaha rumahan (UMKM) serta masyarakat yang menerapkan sistem kerja dari rumah (work from home).
Baca Juga:Sidak Aduan Warga, Komisi III DPRD Kab. Cirebon Pastikan Perizinan dan Amdal PT Giri Waring Persada KlirPemprov Jabar Simulasikan Anggaran Pendampingan 78 Ribu Calon Murid Baru Gagal PCMB 2026
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Nurmalitasari, angkat bicara mengenai situasi krusial ini. Dirinya mengonfirmasi adanya kendala teknis operasional yang terjadi pada sistem pembangkit, yang pada gilirannya memicu defisit atau penurunan kapasitas suplai listrik ke jaringan utama Jawa Barat.
“Sehubungan dengan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di beberapa lokasi. Langkah pemadaman bergilir ini terpaksa diterapkan demi menjaga keseimbangan dan memulihkan kestabilan sistem kelistrikan secara bertahap,” urai Nurmalitasari melalui keterangan resminya yang dikutip pada Kamis (18/6/2026).
Belum usai persoalan di Bandung Raya, per hari Kamis (18/6/2026), giliran wilayah Kabupaten Karawang yang harus menghadapi pemadaman bergilir serupa. PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Karawang mengumumkan pemberlakuan manajemen beban darurat yang dibagi ke dalam beberapa zona waktu untuk menyeimbangkan berkurangnya daya suplai pembangkit.
