Pasca-Insiden Baku Hantam dengan Pengunjung, Pengamen Resmi Dilarang Masuk Area Kuliner GTC Cirebon

Baku hantam pengunjung dan pengamen di GTC
Pusat kuliner Gunungsari Trade Centre (GTC), Pasar Gunungsari, Kota Cirebon, pasca insiden baku hantam antara pengunjung dan pengamen.
0 Komentar

CIREBON — Pengelola dan pelaku usaha di pusat kuliner Gunungsari Trade Centre (GTC), Pasar Gunungsari, Kota Cirebon, mengambil langkah tegas pasca-insiden keributan yang melibatkan oknum pengamen dan pengunjung. Mulai pekan ini, seluruh aktivitas pengamen resmi dilarang di kawasan wisata kuliner malam tersebut demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kebijakan drastis ini diambil meny meny menyusul beredarnya video berdurasi 43 detik di media sosial yang merekam aksi adu mulut hingga kontak fisik di area makan. Peristiwa penertiban dan pengetatan keamanan ini juga mendapat perhatian serius dari jajaran Polres Cirebon Kota dan Satpol PP Kota Cirebon.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Penolakan Sopan

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, keributan bermula saat satu rombongan pengunjung yang terdiri dari lima orang—empat perempuan dan satu laki-laki—tengah duduk menunggu pesanan makanan di salah satu lapak UMKM. Saat sedang berbincang, rombongan tersebut dihampiri oleh tiga orang pengamen.

Baca Juga:Usut Kasus TPPU, Kejagung Geledah Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Kebayoran BaruRupiah Menguat di Awal Pekan: Sentuh Rp17.985 per Dolar AS, Geopolitik Reda!

Pemilik usaha kuliner Meogja dan Gudang Oyster, Kiki Khoirunnisa, mengungkapkan bahwa pengunjung sebenarnya telah menolak memberikan uang secara baik-baik. Namun, penolakan tersebut justru direspons secara agresif oleh oknum pengamen.

“Berdasarkan pengakuan customer, mereka sudah menyampaikan permohonan maaf hingga empat kali dengan sopan saat menolak memberikan uang. Namun, pengamen tetap memaksa dan bahkan mengeluarkan kata-kata yang menghina istri dari pengunjung tersebut,” ujar Kiki saat dikonfirmasi.

Penghinaan verbal tersebut memicu emosi pengunjung. Situasi dengan cepat memanas hingga terjadi aksi saling dorong dan adu jotos di lokasi kejadian. Warga sekitar dan pengunjung lain yang berada di area GTC langsung berupaya melerai agar perkelahian tidak meluas.

Dugaan kuat menyebutkan, agresivitas oknum pengamen terpicu oleh pengaruh minuman keras. Dari tiga pengamen yang berada di lokasi, dua di antaranya ditengarai dalam kondisi mabuk sehingga memicu tindakan provokatif.

Langkah Tegas Pengelola dan Pelaku Usaha

Tak ingin kejadian serupa terulang dan merusak citra kawasan kuliner GTC Cirebon, pengelola kawasan bergerak cepat menindak para pelaku. Usai keributan berhasil diredam, pihak pengelola melarang keras oknum pengamen tersebut kembali beroperasi di kawasan GTC.

0 Komentar