Rupiah Menguat di Awal Pekan: Sentuh Rp17.985 per Dolar AS, Geopolitik Reda!

Kurs Rupiah
Rupiah Menguat di Awal Pekan: Sentuh Rp17.985 per Dolar AS
0 Komentar

JABARPUBLISHER.COM – Pagi ini, Senin (3/8), rupiah membuka perdagangan dengan catatan positif. Nilai tukar mata uang Garuda tercatat di level Rp17.985 per dolar Amerika Serikat, menguat 37 poin atau setara 0,21 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan akhir pekan lalu.

Langkah rupiah sejalan dengan sentimen optimistis yang melanda kawasan Asia. Mayoritas mata uang di benua kuning kompak berbalut hijau di hadapan dolar AS. Yuan China terapresiasi 0,03 persen, peso Filipina melonjak 0,36 persen, yen Jepang terdongkrak 0,63 persen, won Korea Selatan menguat 0,74 persen, dolar Singapura naik tipis 0,16 persen, dan dolar Hong Kong bergerak 0,01 persen lebih tinggi.

Di sisi lain, ringgit Malaysia justru terpantau melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS, menjadikannya satu-satunya mata uang Asia yang berada di zona merah pada pagi ini.

Baca Juga:Amankan Tiket Semifinal, Timnas Tidak Mau Coba-coba Pemain Lagi, Inilah Prediksi Starting XI Lawan Vietnam Gandeng Siswa Baru dalam MPLS, Satlantas Polres Brebes Perkuat Edukasi Tertib Berlalu Lintas

Bergeser ke kelompok mata uang negara maju, pergerakan terlihat beragam. Euro Eropa mencatat kenaikan 0,05 persen, dolar Australia ikut menguat 0,20 persen, sementara poundsterling Inggris merosot 0,05 persen. Dolar Kanada dan franc Swiss juga turun masing-masing 0,08 persen.

Dari sisi fundamental, sentimen geopolitik menjadi katalis utama penguatan rupiah. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai meredanya ketegangan di Timur Tengah memberi angin segar bagi aset berisiko, termasuk rupiah.

“Harapan akan perdamaian kembali muncul setelah pernyataan Trump pada Minggu pagi yang menyebut pembatalan rencana serangan terhadap Iran. Ini mendorong rupiah berpotensi terus menguat,” ujarnya dilansar dari laman CNNIndonesia.com.

Meski demikian, Lukman mengingatkan bahwa ruang penguatan rupiah masih terbatas. Pasar disebutnya tengah menanti rilis data ekonomi domestik yang dijadwalkan keluar siang ini, yakni neraca perdagangan dan tingkat inflasi. Kedua data ini akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah selanjutnya.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS, dengan potensi penguatan yang tetap terkendali. (red)

0 Komentar