“Dalam khazanah tradisi sosial di Turki, terdapat sebuah prinsip mulia yang dikenal dengan istilah Hizmet, yang bermakna pelayanan spiritual atau pengabdian total tanpa pamrih. Apa pun profesi, jabatan, dan strata sosial yang kalian raih di masa depan, jangan pernah kikir dalam menginfakkan waktu, pikiran, tenaga, maupun materi demi menegakkan kemaslahatan dan memberikan kemanfaatan konkret bagi masyarakat luas,” pungkas Hasan menutup arahannya.
Pertemuan akademis-legislatif tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata kelembagaan. Dialog yang berjalan dinamis dan penuh antusiasme ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan mampu memicu lahirnya sinergi taktis yang berkelanjutan antara dunia kampus dan parlemen dalam menelurkan solusi konkret demi kemajuan daerah. (adv)
