Nining Yuliastiani menambahkan, pameran ini diproyeksikan menjadi katalis utama dalam membuka dan memperlebar akses penetrasi pasar global bagi produk lokal. Melalui proses kurasi ketat yang telah dilakukan sebelumnya oleh tim ahli Disperindag, sebanyak 72 komunitas pelaku usaha terpilih akan difasilitasi dalam 19 stan (booth) pameran resmi. Fasilitas ini diharapkan mampu menstimulasi kolaborasi taktis dan kontrak kerja sama jangka panjang pasca-event.
Selain menjadi ajang transaksi bisnis, WIITEX 2026 juga diperkaya dengan muatan edukatif dan strategis. Sepanjang pameran, para pengunjung dan pelaku usaha dapat mengikuti talkshow interaktif serta pelatihan singkat mengenai regulasi ekspor, tata cara pemenuhan standar mutu internasional, hingga workshop inovasi produk. Puncak dari keseriusan penetrasi pasar ini akan ditandai dengan seremoni pelepasan ekspor kopi sebanyak dua kontainer penuh yang siap diberangkatkan langsung menuju Mesir.
Di sisi lain, penyelenggara juga mengemas acara ini agar ramah terhadap masyarakat umum dan pencinta komoditas lokal. Para pengunjung yang hadir di area pameran dapat menikmati sajian seduhan kopi dan teh premium secara gratis. Sembari mencicipi cita rasa khas tersebut, pengunjung disuguhi narasi teatrikal dan edukasi literasi mengenai sejarah panjang perkembangan komoditas teh dan kopi di Jawa Barat yang telah mendunia sejak era kolonial.
Baca Juga:Disebut Absen Dua Kali Saat Kunker Gubernur, Lucky Hakim Buka SuaraMenteri ESDM Bantah Isu Kelangkaan Batubara sebagai Pemicu Pemadaman Listrik Giliran
Potensi ekonomi dari ketiga sektor ini memang sangat signifikan bagi produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Barat. Berdasarkan data resmi performa ekspor tahun 2025, komoditas kakao Jawa Barat mencatatkan volume ekspor fantastis mencapai 72 juta ton dengan perolehan nilai ekonomi sebesar USD 680 juta. Pada periode yang sama, sektor kopi berhasil mengekspor sebanyak 5,3 juta ton yang menyumbang devisa senilai USD 33,8 juta, sedangkan sektor teh menyusul dengan volume sekitar 21 juta ton dengan nilai perdagangan menembus USD 33 juta.
Langkah progresif Disperindag Jabar ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Analis Perdagangan Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Perkebunan pada Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan RI, Irman Adi Purwanto Moefthi, menyatakan bahwa pelaksanaan WIITEX 2026 berjalan paralel dan sinergis dengan agenda makro nasional, yakni Trade Expo Indonesia (TEI) yang dijadwalkan bergulir pada Oktober mendatang.
