Jalan Rusak Karangsembung Direspons Cepat: Pemkab Cirebon Sepakati Perbaikan Darurat dan Pengecoran Permanen

Audiensi masyarakat karangsembung terkait jalan rusak
Audiensi publik berlangsung dinamis di Aula Kecamatan Karangsembung pada Selasa (9/6/2026), Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama DPRD sepakat untuk segera mengeksekusi penanganan darurat dalam waktu dua minggu, disusul dengan proyek pengecoran permanen berskala besar melalui skema pergeseran anggaran daerah.
0 Komentar

CIREBON – Gelombang protes masyarakat terkait kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, akhirnya membuahkan hasil konkret. Melalui audiensi publik yang berlangsung dinamis di Aula Kecamatan Karangsembung pada Selasa (9/6/2026), Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama DPRD sepakat untuk segera mengeksekusi penanganan darurat dalam waktu dua minggu, disusul dengan proyek pengecoran permanen berskala besar melalui skema pergeseran anggaran daerah.

​Pertemuan krusial yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Karangsembung Peduli (AMKP) ini mempertemukan berbagai elemen kunci, mulai dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karangsembung, hingga tokoh serta perwakilan masyarakat yang terdampak langsung oleh buruknya akses transportasi di kawasan tersebut.

​Fokus utama desakan masyarakat bertumpu pada hancurnya dua urat nadi ekonomi regional, yakni ruas jalan utama di depan Pasar Karangsembung hingga perlintasan rel kereta api di Desa Karangtengah, serta titik jalan kritis di depan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Gebah Karangsuwung. Kondisi kedua jalur vital tersebut dilaporkan kian memprihatinkan dengan lubang-lubang dalam dan kontur bergelombang yang membahayakan nyawa para pengguna jalan.

Baca Juga:​Proses SPMB Jabar 2026 Dimulai, KDM Imbau Orang Tua Siswa Tidak PanikKarut-Marut SPMB Sekolah Maung Jabar 2026: Ratusan Orang Tua Protes, KDM Tegaskan Sanksi Copot Jabatan

​Koordinator AMKP, Moch Hasyirul Falah, menegaskan bahwa masyarakat saat ini berada pada titik jenuh dan tidak lagi membutuhkan janji-janji manis di atas kertas, melainkan pembuktian berupa tindakan nyata dari pemerintah daerah. Menurutnya, pembiaran kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi secara perlahan, tetapi juga secara nyata meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas harian warga.

​”Jalan ini merupakan akses utama mobilitas warga. Kondisinya yang rusak parah membuat aktivitas ekonomi melambat dan risiko kecelakaan semakin tinggi,” ujar Falah dengan nada tegas saat menyampaikan aspirasinya di depan para pejabat yang hadir.

​Falah membeberkan fakta lapangan yang mencemaskan, di mana dalam beberapa pekan terakhir intensitas kecelakaan lalu lintas meningkat tajam. Bahkan, dua insiden truk bermuatan besar terbalik dilaporkan murni terjadi akibat kegagalan struktural jalan yang tidak layak. AMKP mengingatkan bahwa jika intervensi darurat tidak segera dilakukan, potensi jatuhnya korban jiwa yang lebih besar hanya tinggal menunggu waktu.

0 Komentar