Tekan Pengangguran, Pemkab Cirebon Jaring Warga Kurang Mampu Kerja ke Jepang via Program 'From Zero to Hero'

Program kerja ke jepang untuk warga kab. Cirebon yang kurang mampu
Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi meluncurkan program inovatif pelatihan bahasa dan budaya Jepang bertajuk “From Zero to Hero” pada Senin (18/5/2026).
0 Komentar

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi meluncurkan program inovatif pelatihan bahasa dan budaya Jepang bertajuk “From Zero to Hero” pada Senin (18/5/2026). Langkah strategis yang diinisiasi melalui rapat peluncuran resmi di Ruang Rara Santang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon ini membidik perluasan akses lapangan kerja internasional bagi masyarakat lokal, sekaligus menjadi instrumen konkret pemerintah daerah dalam memutus mata rantai kemiskinan struktural.

Program berskala internasional ini merupakan wujud nyata sinergitas lintas sektor yang mengawinkan peran aktif Pemerintah Kabupaten Cirebon, Yayasan Dewa Aksara, serta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon. Melalui program kolaboratif ini, para calon tenaga kerja asal Cirebon akan digembleng secara intensif agar memiliki kualifikasi kompetensi, mentalitas berdaya saing tinggi, serta pemahaman budaya yang matang sebelum secara resmi diberangkatkan ke Negeri Sakura.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, menegaskan bahwa akselerasi program ketenagakerjaan luar negeri ini lahir sebagai respons taktis pemerintah dalam mengintervensi persoalan makroekonomi daerah. Saat ini, grafik angka pengangguran dan tingkat kemiskinan di Kabupaten Cirebon dinilai masih cukup fluktuatif dan bertahan di kisaran angka yang cukup signifikan.

Baca Juga:Bentuk Disiplin dan Mental Tangguh, 150 Siswa Jawa Barat Ikuti Pendidikan Karakter di Mako TNI CilandakManfaatkan Program Makan Bergizi Gratis, Sindikat Penipuan SPPG Fiktif Rp1,9 Miliar Digulung Polda Jabar

“Angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Cirebon saat ini masih berada di kisaran 10 persen. Oleh karena itu, program ‘From Zero to Hero’ ini kami harapkan mampu memotong rantai pengangguran dan kemiskinan secara sistemik, sekaligus mendongkrak pendapatan ekonomi riil keluarga penerima manfaat secara nyata,” ujar Hendra Nirmala di sela-sela kegiatan peresmian.

Demi memastikan intervensi kebijakan ini tepat sasaran, Pemkab Cirebon menetapkan kuota awal sebanyak 75 peserta untuk tahun anggaran 2026. Prioritas utama kepesertaan mutlak diarahkan kepada warga asli Kabupaten Cirebon yang tercatat aktif dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah bahwa peluang emas bermigrasi kerja secara legal harus diprioritaskan bagi kelompok masyarakat dengan strata ekonomi terbawah.

Mekanisme penjaringan peserta akan diberlakukan secara ketat dan transparan. Dinas Ketenagakerjaan menjadwalkan proses seleksi administrasi komprehensif mulai 19 Mei hingga 18 Juni 2026. Peserta yang dinyatakan lolos verifikasi berkas diwajibkan mengikuti serangkaian tahapan seleksi lanjutan yang ketat, meliputi pemeriksaan kesehatan menyeluruh (Medical Check-Up/MCU), uji ketahanan fisik, serta tes logika matematika guna memastikan kesiapan akademis dan ketahanan kerja di luar negeri.

0 Komentar