CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai memacu mesin ekonominya melalui strategi optimalisasi aset negara. Kali ini, kawasan Ciperna seluas lebih dari 82 hektare dibidik untuk disulap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Langkah ini diproyeksikan menjadi magnet investasi yang kuat guna memperluas lapangan kerja dan memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis jasa serta pariwisata.
​Pemerintah daerah berkomitmen memberikan “karpet merah” bagi para investor yang berminat mengelola kawasan strategis tersebut. Komitmen ini diwujudkan melalui penyederhanaan birokrasi perizinan serta penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah agar hambatan administratif dapat diminimalisir.
​Optimalisasi “Aset Tidur”
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menegaskan bahwa pemanfaatan aset ini merupakan solusi untuk menggerakkan potensi yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal bagi pendapatan daerah maupun kesejahteraan warga lokal.
Baca Juga:Bidik Jalan Mulus 2029, DPUTR Kabupaten Cirebon Mulai Betonisasi di 91 Titik StrategisPemerintah Kabupaten Cirebon Pacu Pembangunan, 95 Paket Proyek Infrastruktur Resmi Ditayangkan di LPSE
​”Aset negara sebesar ini tidak boleh dibiarkan statis; ia harus mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang nyata. Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh, baik dari sisi regulasi maupun kemudahan investasi, agar kawasan ini segera produktif,” ujar Agus saat memberikan keterangan pers, Kamis (7/5/2026).
​Kawasan Ciperna yang ditawarkan memiliki fungsi yang sangat beragam dan terintegrasi, mulai dari area lapangan golf yang eksklusif hingga zona komersial modern. Mengingat letaknya yang berada di jalur perlintasan strategis, Ciperna berpeluang besar menjadi ikon investasi baru di wilayah timur Jawa Barat.
​Konsep “Living Asset” untuk Ekonomi Berkelanjutan
Sejalan dengan ambisi daerah, Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan, Kristijanindyati Puspitasari, memberikan label khusus bagi kawasan ini sebagai “living asset”. Istilah ini merujuk pada aset yang memiliki kapasitas untuk terus bertumbuh dan menghasilkan manfaat ekonomi secara jangka panjang.
​”Aset di Ciperna ini memiliki potensi ekonomi yang sangat kuat. Jika dikelola dengan skema yang tepat, kawasan ini tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga pendorong pertumbuhan usaha dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya,” jelas Kristijanindyati.
​Menciptakan Multiplier Effect
​Pemerintah Kabupaten Cirebon optimis bahwa pengembangan kawasan ini akan menciptakan efek domino (multiplier effect). Selain menggaet investor skala besar, keberadaan pusat jasa dan pariwisata baru ini diyakini akan menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah sekitarnya.
